Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Umat ​​Kristen Suriah Rayakan Natal Pertama setelah Penggulingan Bashar Al-Assad

Tahun ini, menjadi Natal pertama di Suriah setelah penggulingan Bashar Al-Assad.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Umat ​​Kristen Suriah Rayakan Natal Pertama setelah Penggulingan Bashar Al-Assad
X/Twitter
Di kota Sednaya, sebuah pohon Natal besar dengan dekorasi lampu hijau terang. 

TRIBUNNEWS.COM - Natal tahun ini menjadi Natal pertama di Suriah setelah penggulingan rezim Bashar Al-Assad.

Tentunya Natal tahun ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya bagi warga Suriah.

Di Kota Sednaya berdiri sebuah pohon Natal besar dengan dekorasi lampu hijau terang.

Ini menjadi pusat perhatian dalam perayaan Natal tahun ini.

Suasana meriah ditandai dengan musik, kembang api, dan masyarakat yang mengenakan topi Sinterklas.

Perayaan ini memberikan secercah kebahagiaan di kota yang telah dilanda perang selama lebih dari satu dekade dan dikenal dengan penjara tempat ribuan orang ditahan.

Salah seorang warga mengatakan bahwa tahun ini Natal disambut dengan kebahagiaan dan kemenangan.

Rekomendasi Untuk Anda

“Tahun ini berbeda, ada kebahagiaan, kemenangan, dan kelahiran baru bagi Suriah dan kelahiran baru bagi Kristus,” kata peserta Houssam Saadeh, dikutip dari Al-Arabiya.

Warga lainnya juga mengatakan Natal ini menjadi harapan baru bagi persatuan lintas semua organisasi dan agama di Suriah.

Di Gereja Lady of Damascus, jemaat dari berbagai usia menghadiri kebaktian dengan lilin dan lagu-lagu rohani.

Namun, beberapa jam sebelum kebaktian, protes terjadi di Damaskus mengecam insiden pembakaran pohon Natal di Provinsi Hama. 

Para pengunjuk rasa menyatakan dukungan terhadap Yesus dan persatuan rakyat Suriah melalui slogan-slogan penuh semangat.

Baca juga: 14 Polisi Suriah Tewas Disergap Sisa-sisa Pasukan Rezim Bashar al-Assad

“Kami adalah prajuritmu, Yesus”, “Dengan darah dan jiwa kami, kami berkorban untuk Yesus”, dan “Rakyat Suriah adalah satu.”

Pohon itu dilaporkan dibakar pada tanggal 23 Desember, yang semakin meningkatkan ketakutan di kalangan minoritas Kristen Suriah.

Di bawah Assad, umat Kristen diizinkan merayakan hari raya mereka dan menjalankan ritual mereka.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas