Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Cuaca Dingin Selimuti Gaza, 6 Bayi Meninggal Gegara Hipotermia

Hanya dalam seminggu cuaca dingin menyelimuti Gaza, enam bayi di seluruh wilayah itu meninggal karena hipotermia. Berapa suhu di Gaza?

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Cuaca Dingin Selimuti Gaza, 6 Bayi Meninggal Gegara Hipotermia
Anadolu/Tangkap Layar
Satu di antara bayi Gaza yang meniggal kedinginan karena suhu dingin ekstrem yang melanda kawasan di tengah perang genosida yang dilancarkan Israel. 

TRIBUNNEWS.COM - Hanya dalam seminggu cuaca dingin menyelimuti Gaza, enam bayi di seluruh wilayah itu meninggal karena hipotermia.

Serangan Israel terus berlangsung, termasuk pada rumah sakit, dan pembatasan yang diberlakukan menghalangi masuknya bantuan musim dingin serta intervensi medis.

Perang ini telah menewaskan lebih dari 45.500 orang, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak.

Populasi Gaza, yang berjumlah sekitar 2,3 juta orang, kini terancam.

Sebagian besar dari mereka mengungsi, bertahan hidup di tengah cuaca dingin yang ekstrem, tanpa cukup makanan dan air bersih.

Apa itu Hipotermia?

Hipotermia terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuan untuk memproduksi panas.

Tubuh manusia biasanya mempertahankan suhu inti sekitar 37 derajat Celcius.

Rekomendasi Untuk Anda

Hipotermia bisa terjadi bahkan ketika suhu luar tidak terlalu rendah, misalnya di atas 4 derajat Celcius.

Secara medis, hipotermia dimulai ketika suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celcius.

Tingkat Keparahan Hipotermia

Baca juga: Sudah Hampir 1.100 Bayi Palestina Tewas Akibat Serangan Genosida Israel di Gaza

Tingkat keparahan hipotermia terbagi menjadi beberapa kategori:

  1. Hipotermia ringan terjadi pada suhu tubuh 32–35 derajat Celcius (89,6–95 derajat Fahrenheit).
  2. Hipotermia sedang terjadi pada suhu tubuh 28–32 derajat Celcius (82,4–89,6 derajat Fahrenheit).
  3. Hipotermia berat terjadi pada suhu tubuh di bawah 28 derajat Celcius (82,4 derajat Fahrenheit).

Pada tahap awal hipotermia, tubuh mulai menggigil untuk menghasilkan panas.

Seiring berlanjutnya paparan dingin, tubuh semakin kesulitan mempertahankan suhu tubuh.

Pada tahap yang lebih parah, denyut jantung, pernapasan, dan metabolisme melambat, dan kesadaran bisa menurun.

Hipotermia ringan bisa ditangani dengan memindahkan orang ke tempat yang lebih hangat dan menutupinya dengan selimut.

Untuk hipotermia parah, perawatan medis diperlukan, seperti pemanasan aktif atau cairan infus hangat.

Apakah Bayi Lebih Rentan Terhadap Hipotermia?

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas