Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Pertukaran Sandera Israel-Hamas, Siapa Saja yang Akan Dibebaskan?

Siapakah sandera yang akan dibebaskan dalam pertukaran ini? Berikut 5 hal yang perlu diketahui.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: timtribunsolo
zoom-in 5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Pertukaran Sandera Israel-Hamas, Siapa Saja yang Akan Dibebaskan?
via The Times of Israel
Tentara Israel yang disandera oleh Hamas, akan dibebaskan pada tanggal 25 Januari 2025: Atas (dari kiri ke kanan) Karina Ariev, Daniella Gilboa; bawah (dari kiri ke kanan) Naama Levy, Liri Albag. 

TRIBUNNEWS.COM - Hamas akan melanjutkan proses penyerahan sandera sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Israel pada hari ini, Sabtu, 25 November 2025.

Berikut adalah lima hal penting yang perlu diketahui tentang peristiwa ini.

1. Kapan dan Di Mana Penyerahan Sandera Dilakukan?

Proses pembebasan sandera akan dimulai pada pukul 10:00 waktu setempat, atau sekitar pukul 15:00 WIB.

Penyerahan ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata tahap pertama yang telah disepakati antara Hamas dan Israel.

Sebelumnya, Hamas juga telah melakukan pembebasan terhadap tiga sandera Israel lainnya.

2. Siapa Nama-Nama Sandera Israel yang Akan Dibebaskan?

Menurut laporan dari The New Arab, empat tentara wanita Israel yang akan dibebaskan hari ini adalah Karina Ariev, Daniela Gilboa, Naama Levy, dan Liri Albag.

Keempatnya saat ini ditahan di pos pengamatan yang berada di tepi Jalur Gaza.

Rekomendasi Untuk Anda

Pembebasan mereka diharapkan dapat menjadi langkah positif dalam proses gencatan senjata yang sedang berlangsung.

3. Apa yang Terjadi Sebagai Ganti Pembebasan Sandera?

Sebagai imbalan atas pembebasan keempat sandera wanita tersebut, Israel akan melepaskan 200 warga Palestina yang saat ini ditahan di penjara-penjara Israel.

Di antara para tahanan tersebut, sekitar 120 orang telah dijatuhi hukuman mati, sedangkan 80 lainnya sedang menjalani hukuman panjang.

Pertukaran ini menunjukkan upaya untuk menciptakan situasi yang lebih stabil di kawasan yang telah lama dilanda konflik.

Baca juga: AS Bekukan Bantuan Luar Negeri: Fokus pada Israel dan Mesir

4. Bagaimana Dengan Bantuan Kemanusiaan di Gaza?

Sejak gencatan senjata dimulai pada tanggal 19 Januari 2025, lebih dari 4200 truk bantuan kemanusiaan telah memasuki Jalur Gaza.

Namun, pada hari Jumat (24/1/2025), terjadi penurunan signifikan dalam jumlah bantuan yang dikirimkan.

Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), hanya 339 truk bantuan yang berhasil melintasi perbatasan ke Gaza.

Ini merupakan penurunan drastis dibandingkan dengan jumlah truk yang masuk pada hari-hari sebelumnya, seperti 630 pada hari Minggu, dan seterusnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas