Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Krisis Bawa Israel ke Jurang Tanpa Dasar: Antara Kesehatan Mental, Pengungsian, dan Keamanan

Data Kementerian Kesehatan Israel menunjukkan sekitar 435.000 orang menjalani perawatan di klinik kesehatan mental sepanjang 2025. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Krisis Bawa Israel ke Jurang Tanpa Dasar: Antara Kesehatan Mental, Pengungsian, dan Keamanan
khaberni/tangkap layar
Seorang tentara Israel di dekat perbatasan Jalur Gaza tampak menyandarkan kepalanya ke uung turret, laras meriam tank. 

Krisis Bawa Israel ke Jurang Tanpa Dasar: Antara Kesehatan Mental, Pengungsian, dan Keamanan

Ringkasan Berita:
  • Data pemerintah Israel menunjukkan lonjakan signifikan kasus gangguan kesehatan mental, kecemasan, dan trauma akibat perang yang berlangsung sejak 2023.
  • Sejumlah analis mulai mempertanyakan efektivitas strategi militer Israel karena konflik dinilai belum menghasilkan solusi politik yang jelas.
  • Kekhawatiran juga meningkat terkait kesiapan warga sipil menghadapi konflik berkepanjangan serta lambatnya pemulihan wilayah utara dekat perbatasan Lebanon.

TRIBUNNEWS.COM - Lebih dari dua tahun setelah serangan 7 Oktober 2023 dan rangkaian konflik yang mengikutinya, berbagai laporan dan data terbaru menunjukkan bahwa dampak perang tidak hanya dirasakan di medan tempur, tetapi juga semakin membebani kehidupan masyarakat Israel.

Mulai dari kesehatan mental, kondisi ekonomi, hingga keamanan warga sipil, sejumlah indikator memperlihatkan tekanan yang terus meningkat di dalam negeri yang menyeret mereka ke dalam jurang tanpa dasar.

Baca juga: Drone Hizbullah Kembali Makan Korban IDF: Perwira Israel Tewas, 7 Tentara Zionis Ambruk

Laporan yang mengutip data pemerintah Israel, analisis militer, dan komentar sejumlah pengamat setempat menggambarkan tantangan yang dihadapi negara tersebut setelah periode konflik yang panjang dengan berbagai kelompok di Gaza, Lebanon, serta ketegangan dengan Iran dan Yaman.

Lonjakan Masalah Kesehatan Mental

Salah satu dampak paling nyata terlihat pada sektor kesehatan mental.

Data Kementerian Kesehatan Israel menunjukkan sekitar 435.000 orang menjalani perawatan di klinik kesehatan mental sepanjang 2025. 

Jumlah ini meningkat hampir 30 persen dibandingkan tahun 2022, sebelum pecahnya konflik besar saat ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Pasien yang mencari bantuan umumnya mengalami kecemasan, depresi, trauma akibat perang, kehilangan anggota keluarga, pengungsian, tekanan ekonomi, maupun dampak dari tugas militer cadangan.

Tingginya kebutuhan layanan kesehatan mental membuat sistem yang ada menghadapi tekanan besar.

Sepanjang 2025 tercatat sekitar 3,5 juta sesi terapi dan konsultasi dilakukan, meningkat hampir 40 persen dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Penggunaan obat-obatan psikiatri juga meningkat. Resep obat anti-kecemasan naik 16,7 persen, obat tidur meningkat 13,2 persen, dan antidepresan bertambah 14,3 persen.

Pemerintah Israel telah menambah tenaga kesehatan dan memperluas layanan dengan merekrut lebih dari 1.100 terapis serta membuka atau memperluas lebih dari 120 klinik kesehatan mental.

Namun, kekurangan psikiater, psikolog, pekerja sosial, dan tenaga terapi khusus masih menjadi persoalan utama.

Data resmi juga mencatat 293 kasus bunuh diri sepanjang 2025. Sejumlah pakar memperkirakan angka sebenarnya bisa lebih tinggi, sementara ribuan percobaan bunuh diri dilaporkan terjadi setiap tahun.

Muncul Pertanyaan soal Strategi Militer

Di tengah tekanan sosial yang meningkat, sejumlah analis Israel mulai mempertanyakan arah strategi militer pemerintah.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas