Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1072: Penyintas Holocaust Nazi Minta Jerman Lebih Serius Bantu Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1072: Penyintas Holocaust Nazi minta Jerman lebih serius membantu Ukraina dalam menghadapi perang Rusia.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Garudea Prabawati
TRIBUNNEWS.COM - Berikut perkembangan terkini perang Rusia dan Ukraina hari ke-1072 pada Kamis (30/1/2025).
Rusia menembaki pinggiran Chernigov pada tengah malam.
Drone Shahed terbang ke gedung bertingkat tinggi di Sumy pada pukul 1.00 waktu setempat.
Selama penembakan di Sumy yang dilaporkan pada pukul 3.00 waktu setempat, sedikitnya satu orang tewas dan empat lainnya luka-luka.
Wilayah Chasiv Yar Dikabarkan Jatuh ke Tangan Rusia
Benteng utama Ukraina timur, Chasiv Yar, telah jatuh ke tangan pasukan Rusia menurut lima sumber militer dan pemerintah Ukraina dan Eropa telah mengonfirmasi secara independen kepada The Moscow Times.
Sumber The Moscow Times mengatakan pasukan Ukraina telah didorong ke pinggiran, meski militer Ukraina dan Rusia belum mengonfirmasi kabar tersebut.
Chasiv Yar, kota puncak bukit yang strategis dan penting di wilayah Donetsk, telah menjadi sasaran serangan Rusia yang tiada henti selama hampir setahun.
Penyintas Holocaust Nazi Minta Jerman Lebih Banyak Bantu Ukraina
Seorang penyintas Holocaust Ukraina menyampaikan permohonan yang berapi-api kepada parlemen Jerman pada hari Rabu untuk berbuat lebih banyak untuk memerangi "perang pemusnahan baru" Rusia, saat Jerman menandai 80 tahun sejak pembebasan Auschwitz.
"Saat itu Hitler ingin membunuh saya karena saya seorang Yahudi," kata Roman Schwarzma (88) pada Rabu (29/1/2025), dikutip dari The Guardian.
Baca juga: Putin: Tanpa Campur Tangan AS, Perang Rusia-Ukraina Bisa Berakhir dalam Hitungan Minggu
"Sekarang Putin ingin membunuh saya karena saya seorang Ukraina," lanjutnya.
Schwarzman, lahir di Berschad di Ukraina barat, diundang untuk berpidato di Bundestag untuk sesi tahunannya yang menandai pembebasan kamp Auschwitz di wilayah yang diduduki Nazi di Polandia.
Schwarzman mengatakan dia memiliki pengalaman langsung dengan "teror Rusia" ketika sebuah rudal menghantam gedungnya di Odesa pada bulan Desember 2023, menyebabkan semua yang ada di dalam apartemennya hancur berkeping-keping.
"Saya telah berhasil lolos dari pemusnahan sekali. Sekarang saya sudah tua dan harus kembali hidup dengan rasa takut bahwa anak-anak dan cucu-cucu saya bisa menjadi korban perang pemusnahan," katanya.
Trump Setop Bantuan ke Ukraina, Zelensky akan Pakai Biaya Internal
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan negaranya akan menggunakan biaya internal untuk menutup biaya yang diperlukan untuk mendukung kemanusiaan setelah Donald Trump menghentikan bantuan ke luar negeri termasuk Ukraina.
"Hari ini, Rabu (29/1/2025) laporan awal disampaikan oleh pejabat pemerintah dan tim Kantor Presiden – Oleksii Kuleba dan Viktor Mykyta – mengenai program-program penting yang sekarang ditangguhkan dan sebelumnya didanai oleh dukungan Amerika. Saya telah menginstruksikan mereka untuk melakukan beberapa hal penting dengan biaya internal kami, serta untuk berkomunikasi dengan orang-orang Eropa," kata Zelensky.
Baca tanpa iklan