Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Cuaca Dingin Ekstrem & Banjir Membuat Warga Palestina di Gaza Berada dalam Risiko Serius, Kata PBB

PBB memperingatkan bahwa cuaca ekstrem telah menyebabkan ratusan ribu warga Palestina di Gaza terpapar kondisi dingin dan basah.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Muhammad Barir
zoom-in Cuaca Dingin Ekstrem & Banjir Membuat Warga Palestina di Gaza Berada dalam Risiko Serius, Kata PBB
Instagram @anasjamal44 @anas.jamal33
CUACA EKSTREM- PBB memperingatkan bahwa cuaca ekstrem telah menyebabkan ratusan ribu warga Palestina di Gaza terpapar kondisi dingin dan basah. Badan Pengungsi PBB (UNRWA) mengeluarkan peringatan mendesak, pada hari Kamis, mengenai memburuknya kondisi yang dialami ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi secara paksa di Gaza, karena hujan lebat dan angin kencang meningkatkan kerentanan mereka terhadap cuaca dingin. 

“Kota ini menghadapi bencana kemanusiaan yang menyesakkan karena kerusakan parah pada infrastruktur dan kekurangan sumber daya dan peralatan yang dibutuhkan untuk menyediakan layanan dasar,” kata juru bicara Pemerintah Kota Gaza, Hosni Muhanna.

Ia menjelaskan bahwa angin kencang baru-baru ini “telah memperburuk penderitaan para pengungsi di kamp-kamp dan tempat penampungan, karena air hujan dan limbah menyapu ratusan tenda, menyebabkan puluhan tenda beterbangan.”

Muhanna selanjutnya merinci kerusakan parah yang terjadi pada infrastruktur Gaza, melaporkan bahwa delapan stasiun pemompaan limbah, tiga bak penampung air hujan, dan lebih dari 175.000 meter linier jaringan pembuangan limbah telah hancur.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), perang selama lima belas bulan telah menimbulkan dampak besar pada sistem kesehatan Gaza, dengan hanya 18 dari 36 rumah sakit di wilayah tersebut yang masih beroperasi.

“Hal ini mengakibatkan luapan air limbah di beberapa wilayah yang membanjiri jalan dan bercampur dengan air hujan di bak penampung,” imbuhnya.

Juru bicara itu juga mencatat bahwa kekurangan listrik dan bahan bakar yang sedang berlangsung memperparah krisis, sehingga mencegah pemerintah kota mengelola banjir secara efektif.

Perlu dicatat bahwa jumlah korban tewas di Gaza telah meningkat menjadi 47.583, dengan 111.633 orang terluka sejak 7 Oktober 2023, menurut laporan statistik harian terbaru.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam 24 jam, rumah sakit di Gaza menerima 31 korban, termasuk 28 jenazah yang ditemukan dari reruntuhan, satu orang yang meninggal karena luka-luka yang diderita sebelumnya, dan dua orang tewas, beserta empat orang yang terluka. 

Pihak berwenang memperingatkan bahwa banyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan, karena tim tanggap darurat dan pertahanan sipil tidak dapat menjangkau mereka.


SUMBER: AL MAYADEEN

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas