Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

IDF Akui Bertanggung Jawab Atas Kesalahan Pengumuman Nama Bibas dalam Daftar Sandera Hamas

IDF dinilai mengabaikan hak validitas, privasi dalam situasi duka yang dialami keluarga para sandera Israel yang diserahkan oleh Hamas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in IDF Akui Bertanggung Jawab Atas Kesalahan Pengumuman Nama Bibas dalam Daftar Sandera Hamas
khaberni/tangkap layar
PETI HITAM - Tangkap layar Khaberni, Kamis (20/2/2025) menunjukkan empat peti mati hitam berisi empat jenazah sandera Israel yang diserahterimakan dari Brigade Al Qassam, sayap militer Hamas, ke pihak Palang Merah Internasional untuk diberikan ke pihak Israel. Prosesi ini dilakukan di Khan Younis, Gaza Selatan. 

"Namun pada menit terakhir, diputuskan bahwa dia (Netanyahu) tidak akan hadir," menurut laporan Channel12 Israel, Kamis.

Channel12 Israel mengatakan keputusan Netanyahu untuk membatalkan partisipasinya dalam acara tersebut karena keluarga sandera Israel memprotes penerimaan nama sandera sebelum memverifikasi identitas mereka.

"Keluarga sandera menyerang Kantor Perdana Menteri Israel, yang menerbitkan nama-nama tersebut sebelum lembaga forensik mengidentifikasi mereka," lanjutnya.

Menurut Anadolu Agency, belum ada komentar langsung dari Kantor Perdana Menteri Israel mengenai isi laporan Channel12 Israel.

Sekitar 10 bulan lalu, Channel12 Israel juga melaporkan bahwa warga Israel di pemukiman Nir Oz meminta Perdana Menteri Netanyahu untuk datang ke pemukiman mereka, tetapi sejauh ini, setelah 505 hari perang, dia belum melakukannya.

Empat jenazah sandera Israel yang diserahkan oleh Hamas hari ini adalah Kfir Bibas (9 bulan), Ariel Bibas (4), ibu mereka bernama Shiri Bibas (32) dan satu sandera lain bernama Oded Lifshitz (83), usia tersebut dilaporkan saat mereka ditahan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Kfir Bibas, Ariel Bibas, dan Shiri Bibas ditahan Hamas dari Kibbutz Nir Oz yang berbatasan dengan Jalur Gaza ketika Hamas meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, ayah mereka, Yarden Bibas telah dibebaskan oleh Hamas dalam pertukaran tahanan gelombang ke-4 pada 1 Februari 2025.

Sebagai penghormatan kepada mereka, penduduk Kibbutz Nir Oz berpartisipasi dalam upacara penerimaan jenazah tersebut.

Sebelumnya pada November 2023, Hamas mengatakan mereka tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza.

 

(oln/ToI/tribunnews/*)
 
 
 
 

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas