Profil Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik Roma ke-266
Simak profil dari Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Roma ke-266, sejak 14 Februari dirawat di Rumah Sakit Gemelli, Roma.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Sri Juliati
Di dunia internasional, Paus Fransiskus dikenal sebagai pemimpin yang progresif, mendukung isu-isu lingkungan hidup, perdamaian, dan hak-hak minoritas, serta mengadvokasi kedamaian dan dialog antar agama.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Paus Fransiskus lahir di Buenos Aires, Argentina, pada 17 Desember 1936.
Ia dibesarkan oleh orang tua imigran Italia, Mario dan Regina.
Sejak muda, ia mengalami masalah kesehatan serius, termasuk operasi pengangkatan sebagian paru-parunya akibat infeksi.
Meski demikian, ia melanjutkan pendidikan dan karirnya dalam dunia gereja, menjadi anggota Serikat Yesus (Jesuit) pada tahun 1958.
Fransiskus menerima gelar teologi di Freiburg, Jerman, dan ditahbiskan sebagai pendeta pada 1969.
Ia menjabat sebagai Provinsial Jesuit Argentina dan kemudian terpilih menjadi Uskup Agung Buenos Aires pada 1998, sebelum akhirnya dipilih sebagai Kardinal pada 2001.
Keberhasilannya dalam berbagai posisi gerejawi mengantarkannya menjadi kandidat yang kuat dalam Konklaf 2013, yang akhirnya memilihnya menjadi Paus Fransiskus.
Kepemimpinan Paus Fransiskus
Paus Fransiskus memulai masa jabatannya dengan berbagai reformasi dan perubahan signifikan.
Dalam kunjungan internasional pertamanya pada 2013, ia mengunjungi Brasil untuk merayakan Hari Pemuda Sedunia dan menyampaikan pesan inklusivitas, salah satunya dengan komentarnya yang terbuka tentang kaum homoseksual.
Fransiskus menegaskan bahwa gereja harus lebih menyambut mereka yang mencari Tuhan, meskipun mereka tidak sepenuhnya sesuai dengan ajaran tradisional gereja.
Sebagai Paus, Fransiskus juga dikenal dengan upayanya untuk memperbaiki citra gereja, mengatasi isu pelecehan seksual oleh oknum rohaniwan, serta mengurangi kekuasaan dan kekayaan Gereja Katolik.
Pada 2015, ia meluncurkan ensiklik "Laudato Si'," yang memperingatkan dunia tentang bahaya perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.
Baca juga: Ribuan Umat Katolik Penuhi Lapangan Santo Petrus, Berdoa untuk Kesembuhan Paus Fransiskus
Pandangan Sosial dan Isu Kontemporer
Paus Fransiskus terus menyuarakan pandangannya yang progresif, terutama dalam hal sosial dan lingkungan.
Ia mendukung teori Big Bang dan evolusi, serta mengajukan perubahan dalam kebijakan gereja terkait hukuman mati dan hak-hak sipil untuk pasangan sesama jenis.
Baca tanpa iklan