IDF Telah Kehilangan 15.000 Tentaranya yang Tewas dan Terluka dalam Perang Gaza, Kata Moshe Ya'alon
Mantan Menteri Pertahanan Israel Moshe Ya'alon mengatakan bahwa sebanyak 15.000 tentara telah tewas atau terluka dalam perang genosida di Jalur Gaza
Editor: Muhammad Barir

IDF Telah Kehilangan 15.000 Tentaranya yang Tewas dan Terluka dalam Perang Gaza, Kata Mantan Menhan
TRIBUNNEWS.COM- Mantan Menteri Pertahanan Israel Moshe Ya'alon mengatakan bahwa sebanyak 15.000 tentara telah tewas atau terluka dalam perang genosida di Jalur Gaza yang terkepung sejak 7 Oktober 2023.
Ya'alon mengatakan kepada surat kabar Yedioth Ahronoth bahwa perang di Jalur Gaza mengakibatkan ratusan kematian dan ribuan cedera di kalangan prajurit Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Ia menekankan perlunya meloloskan undang-undang yang mengakhiri pengecualian yang diberikan kepada orang Yahudi ultra-Ortodoks dari wajib militer guna mengimbangi kekurangan tenaga kerja yang parah di IDF.
Lebih jauh, Ya'alon mengatakan bahwa keterlibatan Amerika dalam gencatan senjata Gaza dan negosiasi penyanderaan di Qatar terjadi sebagai akibat dari kegagalan Israel memenuhi komitmennya berdasarkan kesepakatan tersebut karena alasan politik.
Ia menjelaskan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mencoba mengulur waktu, dan mengganti tim negosiasi profesional dengan tim lain yang secara politik lebih tunduk padanya.
Terkait dengan pengangkatan Kepala Staf IDF yang baru, Jenderal Eyal Zamir, dan harapan besar Netanyahu beserta pemerintahannya akan kemenangan di Gaza, Ya'alon mengatakan bahwa baik Netanyahu maupun Menteri Keuangan Bezalel Smotrich telah menyalahkan kegagalan militer di Gaza pada Kepala Staf yang akan lengser tersebut dan kini mereka menaruh harapan besar pada Zamir.
Meskipun militer Israel seharusnya melaksanakan kehendak pimpinan politik, dan memenangkan perang tidak hanya bergantung pada Kepala Staf.
SUMBER: MIDDLE EAST MONITOR
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.