Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Arab Saudi Akan Bayari Utang Suriah Sebesar Rp 252 Miliar ke Bank Dunia

Duit Mulai Mengalir ke Suriah Pasca-Kejatuhan Rezim Assad. Negara itu kini mendapat gelontoran dana-dana segar dari negara Teluk, termasuk dari Saudi

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Arab Saudi Akan Bayari Utang Suriah Sebesar Rp 252 Miliar ke Bank Dunia
SANA
SALAMAN - Putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (kanan) bersamalam saat menyambut Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, pada hari Minggu, 2 Februari 2025. Arab Saudi jadi satu di antara negara kaya di Teluk yang mulai menggelontorkan dana segar ke Suriah pasca-kejatuhan rezim Bashar al-Assad yang didukung Iran. 

Arab Saudi Akan Bayari Utang Suriah Sebesar Rp 252 Miliar ke Bank Dunia

TRIBUNNEWS.COM - Arab Saudi dilaporkan sedang bersiap melunasi utang Suriah ke Bank Dunia.

Sikap Arab Saudi ini dinilai sebagai sebuah langkah yang dapat membuka dana rekonstruksi penting serta menandakan titik balik dalam peran negara kaya raya di Teluk tersebut dengan Suriah setelah tergulingnya Bashar al-Assad dari kursi kekuasaan Suriah.

Baca juga: Analis Rusia: Turki Mau Kirim Sistem Rudal Jarak Jauh S-400 ke Suriah, Jebakan Buat Jet Israel

Menurut laporan Reuters yang mengutip tiga sumber yang mengetahui masalah ini, rencana pembayaran Riyadh akan menandai contoh pertama dukungan finansial Saudi untuk Suriah sejak Assad digulingkan tahun lalu.

Rencana tersebut dipandang sebagai langkah penting untuk memungkinkan Bank Dunia menyetujui hibah dan dukungan baru bagi sektor publik Suriah yang sedang terpuruk.

Suriah saat ini memiliki tunggakan sekitar USD 15 juta kepada Bank Dunia.

Tunggakan pembayaran ini telah menghalangi akses ke bantuan keuangan internasional, khususnya dana yang ditujukan untuk membangun kembali infrastruktur Suriah yang hancur dan membayar gaji pegawai negeri.

Rekomendasi Untuk Anda

Pejabat Bank Dunia dilaporkan telah melakukan pembicaraan untuk membantu merehabilitasi jaringan listrik Suriah yang hancur dan menstabilkan ekonominya, tetapi bantuan tersebut bergantung pada pelunasan tunggakan Suriah.

Kementerian Keuangan Saudi menolak untuk mengonfirmasi rencana tersebut, dan mengatakan kepada Reuters.

“Kami tidak mengomentari spekulasi, tetapi akan membuat pengumuman, jika dan ketika rencana tersebut menjadi resmi,” kata pernyataan Kementerian Keuangan Arab Saudi.

Putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman dan Presiden Suriah
SALAMAN - Putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, kanan, bersamalam saat menyambut Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, pada hari Minggu, 2 Februari 2025. Arab Saudi jadi satu di antara negara kaya di Teluk yang mulai menggelontorkan dana segar ke Suriah pasca-kejatuhan rezim Bashar al-Assad yang didukung Iran.

Baik kantor media pemerintah Saudi, Bank Dunia, maupun pejabat Suriah tidak menanggapi permintaan komentar pada saat pelaporan.

Langkah tersebut juga dapat mengindikasikan kalau dukungan negara-negara Teluk Arab yang telah lama tertunda ke Suriah, mulai terwujud. 

Prakarsa sebelumnya oleh Qatar untuk mendanai gaji pegawai negeri Suriah, terhenti karena ketidakpastian seputar sanksi AS.

Bulan lalu, Doha mengumumkan rencana terpisah untuk memasok gas ke Suriah melalui Yordania guna mengatasi kekurangan listrik kronisnya, sebuah upaya yang, menurut Reuters, mendapat persetujuan diam-diam dari Washington.

Meskipun Assad telah disingkirkan, sanksi AS yang dijatuhkan selama pemerintahannya masih berlaku, sehingga membatasi keterlibatan internasional dengan kepemimpinan baru Suriah.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas