Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Saat AI Dianggap Lebih ‘Ngerti’ Curahan Hati Manusia

Dalam hidup sehari-hari, saat orang tua, sahabat, rekan kerja, sampai tenaga profesional tak punya waktu untuk mendengar keluh kesah,…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Saat AI Dianggap Lebih ‘Ngerti’ Curahan Hati Manusia
Deutsche Welle
Saat AI Dianggap Lebih ‘Ngerti’ Curahan Hati Manusia 

"Kalau di AI itu kita bisa atur sendiri, mau pola curhat yang seperti apa. Apakah ingin diberi respons yang keibuan, seperti seorang teman, atau lainnya. Dan itu, manis banget kata-katanya AI," kata Rachman kepada DW Indonesia.

Selain itu, memori juga jadi keunggulan AI yang dirasakannya. "Pernah suatu kali aku cerita punya kucing. AI udah di-close, beberapa minggu kemudian, aku chat ternyata dia masih ingat."

Indonesia tingkat ke-4 pengguna AI sedunia

Dalam kehidupan sehari-hari, AI memang bukan barang baru. Bahkan, data Statista yang berjudul "Who's (Not) Excited About AI?" menyebut bahwa Indonesia berada di peringkat ke-4 di dunia sebagai pengguna AI dalam hidup sehari-hari.

Daya ingat atau memori AI memang jadi salah satu kelebihan, kata Wicak Hidayat, jurnalis yang aktif sebagai Direktur Pengembangan Audiens di Hello Sehat yang melakukan penelitian dan penerapan AI. Namun ia juga mengingatkan bahwa saat ini kekhawatiran besar dari penggunaan AI adalah penyimpanan data yang bisa berisiko kebocoran.

"Memory dalam konteks ini, biasanya melekat pada akun pengguna dan akan terjaga di akun pengguna itu saja. ChatGPT, misalnya, hanya akan menyimpan memory lintas percakapan kalau kita meng-enable permanent memory," kata Wicak kepada DW Indonesia.

Wicak menyebut, dalam survei yang dilakukan di 2024, ada 39% orang yang percaya dengan AI, 58% netral, dan 3% tidak percaya kepada AI.

"Meski demikian, ketertarikan untuk menggunakan AI, terutama dalam konteks kesehatan dan kecantikan sangatlah tinggi, mencapai 65?ri pengguna," ujar Wicak.

Rekomendasi Untuk Anda

Melihat fenomena konseling dengan AI yang makin populer, Prof. Dr. Elizabeth Kristi Poerwandari, psikolog dan Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia mengungkapkan ada beberapa alasan mengapa AI jadi pilihan curhat masa kini. Salah satu di antaranya adalah bisa diakses kapan pun, gratis, dan respons yang memvalidasi.

Kristi menyebut, generasi masa kini memang tak lagi memandang konsultasi ke psikolog dan psikiater sebagai hal tabu, namun konsultasi dengan AI ini dianggap sebagai sebuah 'pelarian aman' untuk mencurahkan isi hati.

"Ada orang-orang tertentu yang memiliki masalah psikologis yang relatif berat atau nggak bisa ditunda gitu. Ketika misalnya dia sangat emosional, jadi dia butuh segera direspons. Kalau dengan psikolog, nggak mungkin jam 11 atau jam 2 malam balas pesan," ucapnya kepada DW Indonesia.

"Lalu mereka mungkin pernah cerita sama teman, keluarga, atau psikolog tapi dapat respons yang kurang positif."

Bantuan konseling profesional tetap penting

Dari sisi psikologi, Kristi menyebut ada implikasi positif curhat dengan AI, namun ini dirasakan secara individual. AI akan memberikan perasaan kelegaan dan membantu katarsis atau pelepasan emosi yang akan membantu meredam gejolak emosi,

"Namun di sisi lain jadi pertanyaan, bagaimana dengan keterampilan berelasinya? Apakah ini justru membuat orang makin hidup sendiri-sendiri karena sibuk dengan 'mesinnya' dan akhirnya kesepian."

Ungkapan Kristi ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh OpenAI dan MIT Media Lab yang dimuat dalam jurnal Nature. Kedua penelitian menunjukkan bahwa pengguna ChatGPT yang intens cenderung merasa lebih kesepian, lebih bergantung secara emosional pada AI, dan memiliki hubungan sosial offline yang lebih sedikit.

Tips aman curhat ke AI

Kristi menegaskan, curhat dengan AI boleh saja dilakukan, namun hanya sebagai pendamping saja. Peran orang terdekat dan tenaga professional tak akan bisa digantikan oleh AI.

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas