Saat AI Dianggap Lebih ‘Ngerti’ Curahan Hati Manusia
Dalam hidup sehari-hari, saat orang tua, sahabat, rekan kerja, sampai tenaga profesional tak punya waktu untuk mendengar keluh kesah,…
Mengutip laman Rumah Sakit Jiwa Radjiman Wediodiningrat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat curhat ke AI. Yakni AI bukan pengganti profesional, karena itu penting bagi pengguna untuk menghindari mendiagnosis diri sendiri saat interaksi dengan AI.
Pengguna juga harus waspada ketika menerima saran dari AI. "Jangan menganggap jawaban AI sebagai diagnosis atau saran final" yang bisa diikuti begitu saja, tulis web tersebut. AI tidak memiliki kemampuan emosi dan pengetahuan yang mendalam.
Selain itu, jangan lupa selalu pilih platform terpercaya, gunakan aplikasi atau layanan AI yang memiliki reputasi baik dan kebijakan privasi yang jelas. Perhatikan terms & condition-nya dan jangan masukkan data-data pribadi.
Yang juga tidak kalah penting adalah, jika merasa tak lagi sanggup untuk mengatasi masalah sendiri, konsultasikan dengan professional.
Editor: Arti Ekawati

Baca tanpa iklan