Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kondisi Politik Tunisia: Ali Larayedh dan Penjara 34 Tahun

Hukuman 34 tahun Ali Larayedh menambah ketegangan politik di Tunisia. Simak alasannya!

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kondisi Politik Tunisia: Ali Larayedh dan Penjara 34 Tahun
YouTube FRANCE 24 English
DIPENJARA. Gambar diambil dari YouTube France 24 English Sabtu (3/5/2025), video wawancara ini diunggah pada 25 Mar 2013, menunjukkan Taoufik Mjaied berbicara kepada Perdana Menteri Tunisia, Ali Larayed. Siapa yang membunuh Chokri Belaïd? Apakah Anda setuju untuk diadili oleh hakim? Apa posisi Anda terkait Liga Perlindungan Revolusi? Berikut ini beberapa pertanyaan yang diajukan Taoufik Mjaied kepada Perdana Menteri. Wawancara dengan tokoh Prancis atau internasional dari dunia ekonomi, politik, budaya, atau diplomasi. 

Para pengamat politik di Tunisia memperkirakan bahwa hukuman Larayedh akan semakin memperdalam ketegangan antara pemerintah dan oposisi.

Banyak yang beranggapan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk mengeliminasi kekuatan politik saingan menjelang pemilihan umum mendatang.

Bagaimana Kondisi Ekonomi dan Sosial di Tunisia Saat Ini?

Di tengah kondisi ekonomi yang memburuk dan meningkatnya ketidakpuasan publik, tekanan terhadap pemerintahan Saied semakin besar.

Ennahda, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa mereka tidak akan berhenti memperjuangkan demokrasi dan supremasi hukum, serta menyerukan pembebasan semua tahanan politik.

Komunitas internasional, termasuk Uni Eropa dan Amerika Serikat, telah menyatakan keprihatinan atas situasi hak asasi manusia di Tunisia, namun hingga saat ini belum ada tindakan konkret yang diambil untuk menekan pemerintah Tunisia agar melakukan reformasi.

Kesimpulan: Apakah Ini Pertanda Kembalinya Era Represif?

Hukuman 34 tahun terhadap Ali Larayedh menjadi simbol dari apa yang oleh banyak pihak disebut sebagai kembalinya Tunisia ke era represif pra-2011.

Setelah revolusi rakyat yang menggulingkan diktator Zine El Abidine Ben Ali pada tahun 2011, Tunisia awalnya dianggap sebagai salah satu keberhasilan demokratis dari gelombang Arab Spring.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, harapan itu kini terancam memudar seiring dengan meningkatnya otoritarianisme dan tindakan represif terhadap kebebasan sipil.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas