Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perayaan Idul Adha 2025 di Gaza Sepi, Tak Ada Daging Kurban Warga Hadapi Krisis Pangan

Perayaan Idul Adha 2025 di Gaza berlangsung dalam suasana duka dan kelaparan buntut blokade ketat yang diberlakukan Israel sejak 7 Oktober 2023.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Perayaan Idul Adha 2025 di Gaza Sepi, Tak Ada Daging Kurban Warga Hadapi Krisis Pangan
Wafa
PENGUNGSI GAZA - Foto yang diambil dari kantor berita Wafa tanggal 8 April 2025 memperlihatkan situasi di tenda-tenda pengungsian di Al Rimal, Kota Gaza. Perayaan Idul Adha 2025 di Gaza berlangsung dalam suasana duka dan kelaparan buntut blokade ketat yang diberlakukan Israel sejak 7 Oktober 2023. 

Israel berdalih pemblokiran dilakukan untuk menekan Hamas agar menyetujui persyaratan perpanjangan gencatan senjata.

Akan tetapi buntut kebijakan itu,jutaan warga Gaza terancam mati akibat kelaparan akut.

Terbaru, di tengah terjadinya kiamat pangan, seorang perempuan dan putrinya terpaksa mengais sisa-sisa makanan di tempat sampah.

“Lalat yang beterbangan seperti tak mengusik keduanya. Semua dilakukan demi mencari sisa makanan di sebuah bangunan yang hancur di Kota Gaza, Palestina,” kata Perempuan bernama Islam Abu Taeima 

Gaza Alami Krisis Air

Lebih lanjut aksi blokade yang dilakukan militer Israel juga turut memicu kekurangan air bersih bagi banyak warga Gaza.

Akses terhadap air yang aman untuk dikonsumsi sangat terbatas, diperparah oleh berhentinya operasi pabrik desalinasi dan sumur-sumur air akibat kelangkaan bahan bakar.

Menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), sebanyak 72 persen fasilitas air, sanitasi, dan kebersihan di Gaza kini berada dalam zona militerisasi Israel atau di wilayah yang telah diperintahkan untuk dievakuasi sejak 18 Maret.

Rekomendasi Untuk Anda

Kondisi ini secara drastis membatasi kemampuan warga untuk mendapatkan air bersih.

Padahal, PBB menetapkan kebutuhan minimum air bersih bagi setiap orang adalah 7,5 liter per hari.

Jumlah ini mencakup air untuk minum, memasak, dan kebersihan pribadi.

Namun kenyataannya, akses rata-rata air bersih yang bisa didapatkan oleh warga Gaza per hari berada jauh di bawah angka tersebut.

Krisis ini menempatkan mereka dalam situasi yang sangat rentan terhadap penyakit, dehidrasi, dan ancaman kesehatan lainnya, terutama bagi anak-anak, lansia, dan mereka yang sakit.

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas