Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok Madhavi Latha: Profesor Geoteknik India di Balik Jembatan Kereta Api Tertinggi Dunia Chenab

Profesor Madhavi Latha jadi otak teknik di balik Jembatan Chenab, proyek kereta api tertinggi di dunia yang diresmikan Modi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sosok Madhavi Latha: Profesor Geoteknik India di Balik Jembatan Kereta Api Tertinggi Dunia Chenab
YouTube WION
MADHAVI LATHA. Gambar merupakan tangkap layar dari YouTube WION, Senin (9/6/2025), menunjukkan Jembatan Chenab. Sosok Prof Madhavi Latha Menghabiskan 17 Tahun di Jalur Kereta Tertinggi di Dunia. 

TRIBUNNEWS.COM - India baru saja meresmikan Chenab Rail Bridge atau Jembatan Kereta Api Chenab, Jumat (6/6/2025) kemarin.

Chenab Bridge diresmikan sebagai jembatan kereta api tertinggi di dunia.

Di balik megahnya Jembatan Chenab, berdiri sosok perempuan yang tak banyak dikenal publik: Profesor G Madhavi Latha.

Professor G Madhavi Latha adalah akademisi dari Indian Institute of Science (IISc), Bengaluru.

Ia mengabdikan 17 tahun sebagai konsultan geoteknik dalam pembangunan Jembatan Chenab di Jammu dan Kashmir.

Jembatan ini baru saja diresmikan dan tercatat sebagai jembatan rel tertinggi di dunia.

Dengan ketinggian 359 meter di atas sungai Chenab, struktur ini menjulang 35 meter lebih tinggi dari Menara Eiffel.

Rekomendasi Untuk Anda

Proyek ini merupakan bagian dari Jalur Kereta Api Udhampur–Srinagar–Baramulla sepanjang 272 kilometer.

Inisiatif ini telah dicanangkan sejak tahun 2003 oleh pemerintah India.

Dalam perannya, Madhavi Latha bekerja sama dengan kontraktor utama, Afcons Infrastructure.

Ia bertugas memastikan semua aspek geoteknik—dari kestabilan lereng hingga kekuatan pondasi batuan—memenuhi standar teknik tertinggi.

Baca juga: Jet Tempur J-35A China Beri Pakistan Keunggulan Udara, India Makin Tertinggal 12 Tahun, Kata Pakar

Pendekatan yang digunakan adalah “design-as-you-go”, di mana desain dilakukan secara real-time berdasarkan kondisi geologi aktual di lapangan.

Teknik ini sangat diperlukan karena medan Himalaya yang tidak terduga dan sangat kompleks.

Timnya mengandalkan analisis numerik dan metode Monte Carlo untuk menilai risiko geoteknik secara mendalam.

Makalah teknis Madhavi Latha telah diterbitkan di International Journal of Geotechnical Engineering dan Bulletin of Engineering Geology.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas