Pernyataan Lengkap Badan Atom Iran Pasca-Serangan Amerika di Fordow: Kami Tidak Akan Mundur
Iran mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan sepihak Amerika Serikat ke fasilitas nuklir negara tersebut.
Penulis:
Malvyandie Haryadi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - The Atomic Energy Organization of Iran (AEOI) atau Badan Energi Atom Iran mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan sepihak Amerika Serikat ke fasilitas nuklir negara tersebut, Minggu (22/6/2025) dini hari WIB.
Berikut pernyataan AEOI:
'Setelah serangan brutal musuh Zionis selama beberapa hari terakhir, pada dini hari ini, situs nuklir negara itu di Fordow, Natanz, dan Isfahan diserang oleh musuh-musuh Iran Islam dalam tindakan brutal yang bertentangan dengan hukum internasional, khususnya Perjanjian Non-Proliferasi (NPT).
Tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional ini sayangnya dilakukan di tengah bayang-bayang ketidakpedulian dan bahkan dukungan dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Amerika Serikat, melalui presidennya mengakui telah bertanggung jawab atas serangan terhadap situs-situs tersebut, yang berada di bawah pengawasan berkelanjutan IAEA berdasarkan Perjanjian Pengamanan dan NPT.
Diharapkan bahwa masyarakat internasional, sambil mengutuk pelanggaran hukum berdasarkan aturan rimba, akan mendukung Iran dalam mempertahankan hak-haknya yang sah.
Organisasi Energi Atom Iran meyakinkan bangsa Iran yang agung bahwa terlepas dari konspirasi jahat musuh-musuhnya, dengan upaya ribuan ilmuwan dan pakar yang revolusioner dan termotivasi, mereka tidak akan membiarkan pengembangan industri nasional ini, yang merupakan hasil darah para martir nuklir, dihentikan.
Organisasi ini telah menempatkan langkah-langkah yang diperlukan, termasuk proses hukum, dalam agendanya untuk membela hak-hak bangsa Iran yang mulia.'
Iran akui ada serangan
Pemerintah Iran secara resmi mengonfirmasi bahwa tiga wilayah strategis yang menjadi lokasi fasilitas nuklir utama di negara itu, Fordow, Isfahan, dan Natanz mengalami serangan udara yang diklaim dilancarkan oleh Amerika Serikat.
Serangan ini memicu pengaktifan sistem pertahanan udara di berbagai kota, termasuk Qom, Isfahan, dan Kashan.
"Beberapa jam yang lalu, setelah pengaktifan pertahanan udara Qom dan identifikasi target musuh, sebagian wilayah di sekitar lokasi nuklir Fordow diserang udara musuh," ujar Kepala Manajemen Krisis Provinsi Qom, dikutip dari Iran International.
Wakil Gubernur Isfahan untuk urusan keamanan juga mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara diaktifkan sebagai respons terhadap deteksi ancaman di wilayahnya.
Ledakan terdengar hampir bersamaan di sekitar Isfahan dan Natanz, dua lokasi penting dalam program nuklir Iran.
“Kami menyaksikan serangan musuh di dekat fasilitas nuklir di Isfahan dan Natanz,” ungkap pejabat tersebut.