Yordania dan Arab Saudi Membela Israel?
Sebanyak 21 negara Arab dan negara mayoritas Muslim memperjelas pendirian mereka dalam konflik Iran-Israel.
Penulis:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Militer Yordania menembak jatuh drone dan rudal balistik Iran yang melintasi wilayah udara mereka menuju Israel pada Jumat (13/6/2025) lalu.
Sementara Arab Saudi disebut-sebut kemungkinan mengizinkan Israel menggunakan wilayah udaranya untuk operasi militer.
Meskipun Yordania dan Arab Saudi menentang serangan Israel terhadap Iran.
21 Negara Mayoritas Muslim Bersikap
Sebanyak 21 negara Arab dan negara mayoritas Muslim memperjelas pendirian mereka dalam konflik Iran-Israel.
Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan awal minggu ini, negara-negara itu menyatakan "penolakan dan kutukan tegas atas serangan Israel ke Republik Islam Iran," yang dimulai pada tanggal 13 Juni.
Negara-negara tersebut berbicara tentang perlunya menghentikan permusuhan Israel terhadap Iran.
Mereka juga khawatir mengenai eskalasi berbahaya ini yang mengancam akan menimbulkan konsekuensi serius terhadap perdamaian dan stabilitas seluruh kawasan Timur Tengah.
Yordania dan Arab Saudi ikut bertandatangan dalam pernyataan itu.
Namun, pernyataan mereka yang menentang serangan Israel terhadap Iran tidak menghalangi untuk campur tangan dalam konflik tersebut, setidaknya secara tidak langsung.
Yordania, misalnya, telah menembak jatuh rudal yang terbang dari Iran menuju Israel.
Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataan serupa, tetapi para ahli mengatakan kemungkinan besar mereka telah mengizinkan Israel menembak jatuh rudal di wilayah udara mereka dan mungkin juga bekerja sama dalam pengawasan.
Politik dalam negeri sedang kacau
Namun seperti yang terjadi di masa lalu, tindakan militer semacam ini dapat menimbulkan ketegangan dalam negeri.
Diantara masyarakat kedua negara, terdapat antipati historis terhadap Israel berdasarkan perang dan konflik di masa lalu.