Yordania dan Arab Saudi Membela Israel?
Sebanyak 21 negara Arab dan negara mayoritas Muslim memperjelas pendirian mereka dalam konflik Iran-Israel.
Penulis:
Hasanudin Aco
Hal itu khususnya berlaku di Yordania, di mana sedikitnya satu dari lima penduduk setempat, termasuk ratu negara tersebut adalah keturunan Palestina .
Sulit bagi pemerintah Yordania untuk membenarkan penembakan rudal Iran yang menuju Israel, itulah sebabnya penjelasan tentang pembelaan diri diberikan.
"Pesan ini 'kami hanya membela diri' diulang-ulang di semua saluran," kata Edmund Ratka, kepala kantor Konrad Adenauer Foundation di Amman, Yordania.
Trump dorong rencana Gaza dalam pembicaraan dengan Raja Yordania Abdullah
Ratka mengatakan hal ini juga disebabkan oleh situasi politik Yordania saat ini.
Pada bulan April, pemerintah negara itu melarang gerakan oposisi politik terbesar di negara itu, Ikhwanul Muslimin karena terkait dengan dugaan rencana untuk mengacaukan negara tersebut.
"[Larangan] itu tampaknya dikalibrasi dengan hati-hati dan dimaksudkan untuk membendung dukungan populer yang meningkat terhadap gerakan [Ikhwanul Muslimin] saat kerajaan itu menghadapi kondisi regional yang sulit," tulis Neil Quilliam, seorang peneliti asosiasi pada program Timur Tengah dan Afrika Utara dari lembaga pemikir Inggris Chatham House.
Hal ini membuat pemerintah Yordania semakin penting untuk memastikan bahwa penumpasan rudal Iran tidak dianggap sebagai bentuk solidaritas terhadap Israel, kata Stefan Lukas, pendiri konsultansi Middle East Minds yang berpusat di Jerman.
"Namun, keputusan [untuk melakukannya] semakin meningkatkan ketegangan," katanya kepada DW.
Tidak mungkin Yordania ingin dianggap membela Israel, Ratka menegaskan, "Karena sebagian besar rakyat Yordania menganggap Israel sebagai agresor."
Namun, imbuhnya, mereka juga merasakan hal yang sama terhadap Iran.
"Kami secara rutin melakukan survei di Yordania, dan selama bertahun-tahun, mereka menunjukkan bahwa tidak banyak simpati terhadap Iran di Yordania," kata Ratka.
"Karena Iran dipandang sebagai negara yang berulang kali mencampuri urusan Arab dengan tujuan untuk mengganggu stabilitas."
Yordania juga punya alasan lain untuk menembak jatuh rudal Iran, kata Lukas.
Kerjasama Yordania dan AS