Rusia Tanggapi Serius Ancaman Trump, Peskov: Kami Perlu Analisis Mendalam
Rusia menyatakan sikap waspada terhadap pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Rutte sendiri mendukung langkah Trump, menyatakan bahwa Amerika tetap menjadi mitra utama, namun kini beban pendanaan pertahanan Ukraina akan lebih banyak ditanggung oleh negara-negara Eropa.
“Itu sepenuhnya logis,” ujarnya.
Trump Merasa Dikhianati oleh Putin
Trump tak segan mengungkap kekecewaannya terhadap Presiden Rusia.
Ia merasa beberapa kali "dibodohi" setelah berbicara dengan Putin yang kemudian justru melakukan serangan militer.
Meski begitu, ia menolak menyebut Putin sebagai “pembunuh”, namun menyatakan bahwa pemimpin Rusia itu adalah sosok yang keras dan penuh perhitungan.
"Dia, saya tidak ingin mengatakan dia seorang pembunuh, tapi dia orang yang tangguh," kata Trump.
Trump juga mengaku sempat merasa optimistis terhadap tercapainya kesepakatan damai sebanyak empat kali, namun semua harapan itu sirna karena tindakan Rusia di lapangan.
Ukraina Sambut Baik Komitmen AS
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dalam pernyataan di akun media sosialnya, mengonfirmasi bahwa dirinya telah berbicara dengan Trump.
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan AS, dan menyatakan komitmen untuk terus bekerja demi mengakhiri perang.
“Kami membahas langkah-langkah dan solusi yang diperlukan untuk memberikan perlindungan lebih baik bagi rakyat dari serangan Rusia dan memperkuat posisi kami,” tulis Zelenskyy.
“Kami siap bekerja seproduktif mungkin untuk mencapai perdamaian," jelasnya.
(Tribunnews.com/Farra)
Artikel Lain Terkait Donald Trump dan Konflik Rusia vs Ukraina
Baca tanpa iklan