Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Arab Saudi Rilis Hasil Konferensi Solusi 2 Negara Palestina-Israel di PBB

Arab Saudi mengumumkan hasil konferensi solusi dua negara untuk Israel dan Palestina dalam sidang ke-79 PBB di New York pada 28-29 Juli 2025.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sri Juliati
zoom-in Arab Saudi Rilis Hasil Konferensi Solusi 2 Negara Palestina-Israel di PBB
Foto PBB/Manuel Elías
HASIL KONFERENSI PBB - Foto diunduh dari UN pada Rabu (30/7/2025). Jean-Noël Barrot (kiri), Menteri Eropa dan Luar Negeri Prancis sekaligus Wakil Ketua, berbincang dengan Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi sekaligus Wakil Ketua, menjelang dimulainya sesi penutup dan pertemuan tingkat menteri bertajuk "Mewujudkan Perdamaian: Mengkonsolidasikan Hasil dan Merancang Jalan ke Depan" selama Konferensi Internasional tingkat tinggi untuk Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara di New York, pada 28 Juli 2025. 

Upaya perdamaian seperti Perjanjian Oslo I dan II yang ditandantangani oleh Presiden Palestina saat itu, Yasser Arafat, dan Perdana Menteri Israel saat itu, Yitzhak Rabin pada tahun 1993 dan tahun 1995, untuk mewujudkan perdamaian perlahan tenggelam.

Perjanjian Oslo I awalnya menjadi langkah pertama untuk kesepakatan Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang mewakili Palestina saat itu.

Berisi pengakuan timbak balik antara Israel dan PLO untuk hidup berdampingan, pembentukan pemerintahan sendiri bagi Palestina secara bertahap, dan isu-isu lainnya seperti pengungsi, permukiman dan batas wilayah yang dibahas pada Perjanjian Oslo II.

Wilayah Palestina di Tepi Barat kemudian diatur dalam Perjanjian Oslo II, yaitu membagi Area A (di bawah kontrol Palestina), Area B (di bawah kontrol Palestina-Israel), dan Area C (di bawah kontrol Israel).

Perjanjian kedua termasuk mengatur prosedur pemilihan demokratis bagi rakyat Palestian dan keperluan sipil lainnya, seperti dijelaskan di laman UN.

Namun, perjanjian tersebut semakin terlupakan ketika kedua pemimpin meninggal dunia.

Sementara Israel memperluas permukimannya di Tepi Barat, menyita tanah-tanah milik warga Palestina, dan menghancurkan rumah mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

Di Jalur Gaza, Israel memberlakukan blokade ketat dengan membangun tembok pembatas yang tinggi dan dilengkapi dengan kamera pengawas.

Situasi di Jalur Gaza semakin sulit setelah Israel memperketat pengepungan sejak Oktober 2023, hanya mengizinkan sebagian kecil bantuan yang masuk ke Gaza.

Setidaknya 60.034 warga Palestina telah tewas dalam perang genosida Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023, menurut data Kementerian Kesehatan pada hari Selasa.

Pernyataan kementerian mengatakan bahwa 113 jenazah dibawa ke rumah sakit dalam 24 jam terakhir, sementara 637 orang terluka, sehingga jumlah korban luka menjadi 145.870 dalam serangan Israel, lapor Anadolu Agency.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas