Putin Terbuka Bertemu Zelensky, tapi Hanya jika Syarat Ini Dipenuhi
Putin bersedia bertemu Zelensky, namun hanya jika syarat tertentu terpenuhi. Kyiv skeptis, menyebutnya tak lebih dari taktik menunda-nunda.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Sri Juliati
Hubungan mereka bersifat strategis, menjadikan Belarus "pagar hidup" Rusia yang berbatasan dengan Ukraina dan NATO.
Aliansi ini juga diperkuat oleh perjanjian resmi melalui Persatuan Negara yang mengikat kedua negara secara militer dan ekonomi.
Diplomasi di Balik Layar dan Retorika Panas
Sementara itu, Putin juga menegaskan bahwa pembicaraan damai harus dilakukan secara non-publik, tanpa sorotan media, dan tanpa tekanan politik.
Ia mengusulkan pembentukan tiga kelompok negosiasi sebagai kerangka awal, dan menyebut respons awal Ukraina terhadap usulan itu "positif."
Retorika keras terus berlanjut.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.258: Ajudan Trump Tuduh India Biayai Perang Lewat Impor Minyak Rusia
Trump mengaku kecewa dengan percakapan terakhirnya dengan Putin dan menyebut pemimpin Rusia itu “banyak bicara omong kosong.”
Kyiv Post melaporkan bahwa Trump telah memberi tenggat waktu baru kepada Moskow hingga 8 Agustus untuk memulai gencatan senjata, atau menghadapi sanksi baru dari Amerika Serikat.
Walau Putin menyatakan keterbukaan terhadap pertemuan langsung dengan Zelensky, ketidakjelasan syarat dan keraguan dari pihak Ukraina membuat prospek pembicaraan damai tetap abu-abu.
Di tengah tekanan diplomatik dan ancaman sanksi baru dari AS, waktu akan menentukan apakah kesediaan Rusia untuk berdialog adalah langkah tulus atau sekadar strategi politik.
(Tribunnews.com/ Andari Wulan Nugrahani)