Pendiri World Central Kitchen Kunjungi Jalur Gaza dan Israel
Pendiri World Central Kitchen mengunjungi Jalur Gaza dan Israel pada 15 Agustus 2025 sebagai bagian dari misi kemanusiaan yang dijalankan sejak 2023.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Selain itu 54 jenazah, termasuk empat yang ditemukan di bawah reruntuhan, dibawa ke rumah sakit pada hari itu, sementara 831 orang terluka, sehingga jumlah total korban luka menjadi 154.906 sejak perang dimulai, lapor Anadolu Agency.
World Central Kitchen
Didirikan oleh Chef José Andrés pada tahun 2010, WCK memang memiliki misi sederhana namun vital, yaitu memberi makan orang lapar di tengah bencana dan konflik.
Sejak berdiri, WCK telah hadir di lebih dari 45 negara — dari korban gempa Haiti, perang di Ukraina, hingga badai di Amerika Serikat.
Di Gaza, WCK mulai beroperasi segera setelah perang pecah pada Oktober 2023.
Mereka bekerja sama dengan relawan lokal untuk membuka dapur umum, membagikan makanan siap saji, dan berusaha memastikan keluarga-keluarga yang terisolasi tetap memiliki akses pangan.
Tidak hanya mengandalkan jalur darat yang terbatas, pada Maret 2024, WCK bahkan meluncurkan misi bantuan lewat laut dari Siprus ke Gaza, yang kemudian disebut sebagai “jembatan makanan kemanusiaan pertama menuju Gaza dalam puluhan tahun.”
Namun, perjalanan kemanusiaan ini penuh risiko, terutama di tengah pertempuran yang berlangsung di Gaza.
Pada 1 April 2024, konvoi bantuan WCK menjadi target serangan udara Israel.
Tujuh relawan tewas, padahal kendaraan mereka telah ditandai dengan jelas dan koordinasi sudah dilakukan dengan pihak militer Israel, yang memicu kecaman global.
Jose Andres menegaskan serangan itu bukan sekadar “kecelakaan” melainkan penghancuran sistematis terhadap tim bantuan, lapor BBC.
Meski sempat menghentikan operasi, WCK akhirnya melanjutkan misi di Gaza karena kebutuhan makanan tetap mendesak.
Tujuan WCK di Gaza tetap sama yaitu memberi makan orang lapar, mengurangi risiko kelaparan massal, dan memastikan anak-anak serta keluarga yang paling rentan bisa bertahan hidup.
Jose Andres menekankan, “Kami bukan organisasi politik. Kami hanya memberi makan orang yang lapar.”
Jose Andres
José Ramón Andrés Puerta, atau yang lebih dikenal sebagai José Andrés, lahir pada 13 Juli 1969 di Mieres, Asturias, Spanyol, dan dibesarkan di dekat Barcelona.
Sejak kecil, ia sudah akrab dengan dapur dan dunia masak-memasak.