Ukraina Perkenalkan Rudal Neptune Terbaru, Versi yang Lebih Besar dan Mematikan
Ukraina memamerkan rudal buatan dalam negeri terbarunya, Neptune, yang diklaim memiliki jangkauan 1000 km.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Suci BangunDS
“Produksi massal akan dimulai pada akhir Desember atau Januari–Februari mendatang.”
Zelensky juga menyebut, Flamingo sebagai rudal paling sukses Ukraina saat ini.
Sementara itu, Denys Shmyhal, yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan Ukraina pada Juli lalu, menyebut Flamingo sebagai senjata yang sangat ampuh, meskipun rincian teknis lebih lanjut masih dirahasiakan.
Perkembangan Persenjataan Ukraina Selama Perang
Dalam tiga tahun terakhir, kapasitas produksi senjata Ukraina meningkat pesat, tidak hanya dari sisi volume produksi, tetapi juga dalam keragaman jenis dan jangkauan perangkat keras militer yang dapat dihasilkan.
Mengutip sipri.org, pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh kemajuan teknologi terbaru, seiring meningkatnya kebutuhan inovasi akibat perang yang memaksa permintaan tinggi terhadap sistem persenjataan modern.
Salah satu kemajuan paling menonjol terlihat pada kendaraan udara nirawak (UAV).
Ukraina secara signifikan berhasil meningkatkan jumlah sekaligus memperluas variasi model UAV yang diproduksi di dalam negeri, termasuk untuk kebutuhan pengintaian, serangan, dan peperangan elektronik.
Meski demikian, upaya perang Ukraina masih sangat bergantung pada pasokan senjata Barat, baik melalui bantuan militer maupun pembelian komersial.
Rangkuman Perang Rusia-Ukraina
Mengutip commonslibrary.parliament.uk, pada 24 Februari 2022, Rusia melancarkan aksi militer besar-besaran di Ukraina.
Pasukan Rusia menyeberang ke wilayah Ukraina dari Belarus di utara, Rusia di timur, dan Krimea di selatan.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut operasi tersebut sebagai “operasi militer khusus” yang diklaim bertujuan melindungi rakyat Donbas serta “mendemiliterisasi” dan “mendenazifikasi” Ukraina.
Putin juga membantah tuduhan bahwa Rusia berniat menduduki seluruh wilayah Ukraina atau memaksakan kendali secara paksa.
Baca juga: Trump Menggertak, Ancam Sanksi Rusia dan Ukraina Jika Gagal Cari Jalan Damai
Namun, selama tiga tahun terakhir, pasukan Rusia telah melancarkan serangan besar-besaran ke berbagai wilayah Ukraina, termasuk menargetkan infrastruktur sipil penting seperti pembangkit listrik, jalur logistik, dan fasilitas energi.
Pada awal Oktober 2022, Rusia menandatangani perjanjian aneksasi yang menyatakan Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia sebagai bagian dari Federasi Rusia, meskipun wilayah-wilayah tersebut belum sepenuhnya berada di bawah kendali Moskow.
Pemerintah Ukraina sejak awal menegaskan tekadnya untuk merebut kembali seluruh wilayah kedaulatannya, termasuk Krimea, yang sebelumnya telah dianeksasi Rusia pada 2014.
Baca tanpa iklan