Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Houthi Bersumpah Balas Dendam Usai PM Tewas Dibom Israel: Darah Akan Dibalas Darah

Houthi janji akan membalas serangan Israel yang menewaskan Perdana Menteri Ahmed Ghaleb Nasser Al-Rahawi dan sejumlah menteri senior

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Houthi Bersumpah Balas Dendam Usai PM Tewas Dibom Israel: Darah Akan Dibalas Darah
RNTV/TangkapLayar
MILISI HOUTHI - Houthi janji akan membalas serangan Israel yang menewaskan Perdana Menteri Ahmed Ghaleb Nasser Al-Rahawi dan sejumlah menteri senior saat pejabat tinggi Houthi menggelar rapat di Sanaa. 

Houthi mengonfirmasi bahwa sejumlah pejabat lainnya mengalami luka sedang hingga serius dan kini masih menjalani perawatan medis.

“Kami mengumumkan gugurnya mujahid Ahmed Ghaleb al-Rahawi, perdana menteri Pemerintah Perubahan dan Pembangunan, bersama beberapa rekan menterinya, pada hari Kamis,”ujar postingan X TV Pemerintah lokal, Al Masirah.

Menurut analis Yaman Mohammed Al-Basha dari media AFP, operasi ini menunjukkan pergeseran Israel dari menargetkan infrastruktur (pelabuhan, pembangkit listrik) ke pembunuhan terarah pejabat penting.

Dengan memukul jantung kepemimpinan, Israel berusaha melemahkan kemampuan politik dan komando militer Houthi.

Reaksi dan Dampak Politik
Pasca serangan, Houthi langsung menunjuk Mohammed Ahmed Miftah sebagai perdana menteri sementara menggantikan Al-Rahawi.

Akan tetapi, para analis menilai tewasnya Al-Rahawi akan mengguncang stabilitas internal Houthi.

Analis Yaman berbasis di Amerika Serikat, Mohammed Al-Basha, menyebut operasi ini menandai perubahan strategi militer Israel.

Rekomendasi Untuk Anda

“Serangan ini menunjukkan pergeseran fokus Israel dari infrastruktur transportasi dan energi ke pembunuhan terarah terhadap pejabat bernilai tinggi,” ujarnya kepada AFP.

Situasi di Yaman kini diperkirakan akan semakin memanas. Israel menegaskan operasi militer terhadap Houthi akan berlanjut, sementara kelompok bersenjata itu menyatakan perlawanan mereka justru akan semakin keras.

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas