Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Media Asing Sorot Keracunan Massal 400 Siswa Penerima Program MBG di Bengkulu

Media asing menyoroti 400 siswa di Bengkulu keracunan makanan gratis program Presiden Prabowo. Investigasi resmi tengah berjalan.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Media Asing Sorot Keracunan Massal 400 Siswa Penerima Program MBG di Bengkulu
Tribun Bengkulu/Rizki Wahyudi
KERACUNAN MASSAL MBG - Suasana ramai dan panik di UGD RSUD Lebong, Bengkulu pada Rabu (27/8/2025). Puluhan siswa TK hingga SD bahkan guru diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan program MBG. Total ada 456 orang keracunan. 

Pemerintah menargetkan distribusi makanan bergizi gratis untuk 83 juta penerima hingga akhir 2025 dengan anggaran Rp171 triliun.

Hingga saat ini, program tersebut sudah menjangkau 20 juta orang.

Bakso Tercemar Bakteri Diduga Jadi Pemicu

Penyelidikan awal kasus keracunan massal di Kabupaten Lebong, Bengkulu, mengungkap sejumlah bahan makanan seperti bakso, mie, dan tahu dibeli dari luar daerah sebelum diolah di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG Kecamatan Lebong Sakti, Martin Azib, yang menegaskan seluruh bahan telah diolah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan bahkan dicicipi oleh staf dapur sebelum didistribusikan ke sekolah.

Setelah dilakukan uji laboratorium oleh BPOM dan Labkesda Bengkulu, diketahui bahwa bakso menjadi sumber utama keracunan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong, Rachman SKM M.Si, membenarkan temuan tersebut.

“Ya, baksonya yang terkontaminasi, itu ada bakterinya. Sedangkan yang lainnya aman,” ujarnya kepada TribunBengkulu.com, Rabu (3/9/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Pihak kepolisian juga mengonfirmasi bahwa bakso tersebut mengandung bakteri Staphylococcus aureus, yang dapat memicu gejala keracunan seperti mual, muntah, diare, sakit perut, dan pusing.

Bakteri ini umum ditemukan di kulit, hidung, atau tenggorokan manusia, dan bisa menghasilkan racun berbahaya jika masuk ke dalam makanan.

Kontaminasi makanan oleh Staphylococcus aureus biasanya terjadi akibat proses pengolahan yang tidak higienis, seperti penyimpanan pada suhu yang tidak sesuai, makanan dibiarkan terbuka terlalu lama, atau tangan yang tidak bersih saat mengolah bahan.

Pihak Dinkes menyatakan masih akan berkoordinasi dan menindaklanjuti temuan tersebut untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani) (Tribun Bengkulu, M Rizki Wahyudi)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunbengkulu.com dengan judul Biang Kerok Keracunan MBG di Lebong Sebabkan 456 Siswa Sakit Akhirnya Terkuak

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas