Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.289, Putin Minta Zelensky Datang ke Moskow: Masih Ada Harapan Damai
Vladimir Putin menegaskan perundingan damai hanya bisa digelar di Moskow, sementara Ukrainam siapkan opsi pertemuan di tujuh negara lain.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Suci BangunDS
TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia dan Ukraina telah berlangsung selama 1.289 hari hingga Kamis (4/9/2025).
Konflik ini bukanlah peristiwa mendadak, melainkan akumulasi ketegangan historis sejak runtuhnya Uni Soviet pada 1991.
Setelah Ukraina mendeklarasikan kemerdekaan, hubungan dengan Moskow dipenuhi kecurigaan dan perebutan pengaruh.
Ketegangan memuncak pada 2014 saat Revolusi Euromaidan menggulingkan pemerintahan pro-Rusia di Kyiv.
Sebagai respons, Rusia mencaplok Krimea dan mendukung kelompok separatis di Donbas.
Invasi skala penuh dimulai pada Februari 2022, mengubah konflik regional menjadi perang besar di Eropa.
Perang Rusia-Ukraina kembali diwarnai serangan udara, klaim kemenangan militer, serta tarik ulur diplomasi.
Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan perundingan damai hanya bisa digelar di Moskow, sementara Ukraina menolaknya dan menyiapkan opsi pertemuan di tujuh negara lain.
Di sisi lain, Rusia menggempur Ukraina dengan ratusan drone dan rudal yang menewaskan warga sipil, termasuk di Donetsk.
Pemimpin Eropa seperti Emmanuel Macron berupaya menggalang dukungan, bahkan Zelensky dijadwalkan berbicara dengan Donald Trump.
Di tengah situasi ini, Putin tetap menunjukkan keyakinan bahwa “secercah harapan” damai masih ada, meski mengancam akan melanjutkan perang lewat jalur militer.
Perang ini bukan sekadar perebutan wilayah, tetapi juga pertarungan narasi, legitimasi, dan masa depan tatanan dunia.
Baca juga: Cerdik dan Kreatif, Tentara Ukraina Samarkan Ranjau di Batang Pohon: Lapis Baja Rusia Bisa Jebol
Dunia menyaksikan bahwa akar konflik masih dalam, dan jalan menuju perdamaian belum terlihat jelas.
Berikut adalah rincian lengkap peristiwa yang terjadi dalam perang Rusia-Ukraina hari ke-1.289:
1. Sybiga Kecam Putin soal Lokasi Perundingan
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, mengecam Vladimir Putin.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.