Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Perompak Somalia bangkit lagi – 'Laut adalah bisnis kami'

Dua nelayan Somalia menuturkan kepada BBC alasan mengapa mereka memutuskan menjadi perompak.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Perompak Somalia bangkit lagi – 'Laut adalah bisnis kami'
BBC Indonesia
Perompak Somalia bangkit lagi – 'Laut adalah bisnis kami' 

Namun Farah mengatakan tahun lalu awak salah satu kapal pukat asing datang dan mencuri jaring beserta hasil tangkapannya, lalu menembaki mesin hingga rusak.

Keduanya memberikan contoh lain: beberapa kerabat mereka pergi untuk memeriksa jaring mereka suatu pagi dan tidak pernah kembali. Biasanya para nelayan berangkat saat fajar dan kembali sebelum panas siang hari tiba.

Tiga hari kemudian tubuh mereka ditemukan, mengapung ke arah pantai.

"Ada peluru di tubuh mereka," kata Diiriye. "Mereka tidak membawa senjata; mereka pergi ke laut dengan jaring untuk mencari nafkah."

Farah melanjutkan: "Kami bekerja dan hidup dari laut. Laut adalah bisnis kami.

"Ketika seseorang mengintimidasi dan merampok Anda, Anda wajib untuk melawan. Mereka yang menyebabkan pertarungan itu. Jika mereka tidak mengambil milik kami, kami tidak akan melakukan pembajakan."

Pria-pria berusia 30-an tahun ini tidak sendirian dalam mengambil keputusan untuk menjadi perompak.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut pasukan dari Uni Eropa yang tergabung dalam Operasi Atalanta dan berpatroli di perairan terdekat, terdapat 26 serangan perompak antara 2013 dan 2019. Namun, tidak ada satu pun insiden dari 2020 hingga 2022.

Serangan kembali terjadi pada 2023, dengan enam insiden. Kemudian melonjak menjadi 22 insiden pada 2024.

Tren itu terus berlanjut pada 2026, menurut laporan Biro Maritim Internasional.

Pada 21 April 2026, kapal tanker MT Honour 25 bersama krunya dikabarkan disandera saat berlayar dari Oman menuju Somalia.

Kapal tanker MT Honour 25 berisi 17 pelaut. Mereka terdiri dari empat WNI yaitu, Ashari Samadikun selaku kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Adi Faizal selaku 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Wahudinanto selaku Chief Officer asal Pemalang, dan Fiki Mutakin asal Bogor.

Sisanya, 11 warga Pakistan, satu warga Sri Lanka dan satu warga India.

Sebagian besar aksi perompakan tidak berhasil. Tetapi ketika berhasil, hasilnya besar.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/4
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas