Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Raul Castro dalam bidikan Amerika Serikat – Siapa dia?

Amerika Serikat telah mendakwa mantan presiden Kuba berusia 94 tahun, Raul Castro, dengan tuduhan pembunuhan. Siapa dia?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Raul Castro dalam bidikan Amerika Serikat – Siapa dia?
BBC Indonesia
Raul Castro dalam bidikan Amerika Serikat – Siapa dia? 

Seperti saudaranya Fidel, Raul belajar di sekolah Katolik di Santiago de Cuba sebelum pindah ke Havana untuk melanjutkan pendidikan menengah dan universitas.

Pada akhir 1940-an dan awal 1950-an dia terlibat dalam gerakan protes melawan pemerintahan Carlos Prío Socarrás dan kemudian melawan kediktatoran Fulgencio Batista (1952–58).

Berbeda dengan Fidel yang awalnya lebih dipengaruhi nasionalisme Kuba, Raul sejak awal menunjukkan simpati terhadap sosialisme Soviet.

Ia bergabung dengan organisasi pemuda Partai Sosialis Rakyat dan menghadiri pertemuan-pertemuan di Eropa Timur. Pengalaman itu sangat memengaruhi pandangan politiknya.

Keterlibatannya secara penuh dalam perjuangan revolusioner dimulai pada 1953 ketika ia bergabung dengan gerakan bersenjata yang dipimpin Fidel Castro.

Pada usia 22 tahun, Raul ikut dalam serangan ke barak militer Moncada di Santiago de Cuba, operasi yang gagal namun kemudian menjadi salah satu mitos utama pendirian Revolusi Kuba.

Setelah mendapat amnesti pada 1956, ia pergi bersama Fidel ke Meksiko, tempat mereka mempersiapkan ekspedisi kapal Granma bersama Ernesto "Che" Guevara.

Rekomendasi Untuk Anda

Pendaratan Granma menandai awal gerilya Sierra Maestra yang berakhir dengan jatuhnya Batista dan kemenangan revolusi pada 1 Januari 1959.

Jenderal di balik bayang-bayang Fidel

Raul Castro dengan cepat menjadi salah satu figur paling berkuasa dalam rezim baru yang dipimpin Fidel sejak 1959.

Pada tahun yang sama ia diangkat sebagai menteri Angkatan Bersenjata Revolusioner, jabatan yang ia pegang hampir setengah abad. Dari posisi itu dia membangun salah satu aparat militer dan intelijen paling kuat di Amerika Latin.

Para ahli menggambarkannya sebagai tokoh yang menjamin stabilitas internal sistem dan tangan kanan Fidel Castro.

Berbeda dengan kepemimpinan karismatik Fidel, Raul tidak banyak tersorot dan fokus pada kendali militer dan organisasi negara.

Dalam satu dekade pemerintahan Fidel, Raul berperan penting dalam memperkuat aliansi dengan Uni Soviet dan membentuk model politik Kuba yang terinspirasi rezim sosialis blok Timur.

Dia juga dituduh oleh para eksil Kuba dan organisasi HAM sebagai salah satu tokoh paling keras dalam menindak musuh politik.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/4
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas