Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Raul Castro dalam bidikan Amerika Serikat – Siapa dia?

Amerika Serikat telah mendakwa mantan presiden Kuba berusia 94 tahun, Raul Castro, dengan tuduhan pembunuhan. Siapa dia?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Raul Castro dalam bidikan Amerika Serikat – Siapa dia?
BBC Indonesia
Raul Castro dalam bidikan Amerika Serikat – Siapa dia? 

Serangan itu menewaskan empat orang.

Pemerintah Kuba menyatakan pesawat itu melanggar wilayah udara. Namun, investigasi internasional menyatakan pesawat itu ditembak jatuh di wilayah udara internasional sehingga memicu krisis diplomatik serius dengan AS.

Dakwaan terhadap Raul yang diumumkan Washington baru-baru ini, berpusat pada peristiwa tersebut.

Rekaman yang terungkap beberapa tahun lalu memuat suara Raul Castro yang tampaknya memerintahkan tindakan terhadap pesawat, termasuk pernyataan "jatuhkan pesawat itu".

Bukti ini bisa menjadi krusial dalam persidangan.

Kekuasaan setelah pensiun

Pada 2018, Raul secara resmi menyerahkan jabatan presiden kepada Miguel Díaz-Canel. Meski demikian, Raul tetap menjadi sekretaris pertama Partai Komunis Kuba, posisi paling berkuasa dalam rezim.

Pada 2021, dia juga menyerahkan jabatan itu kepada Díaz-Canel. Hal tersebut dipandang sebagai penutup simbolis generasi revolusioner yang memimpin sejak 1959.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, para ahli menilai ia tetap memiliki pengaruh besar terhadap keputusan strategis negara, terutama dalam bidang militer, keamanan, dan hubungan dengan AS.

Setelah pensiun, ia tetap tampil dalam acara penting rezim, seperti parade militer dan peringatan revolusioner.

Pada 11 Juli 2021 terjadi demonstrasi antipemerintah terbesar selama lebih dari enam dekade di Kuba. Pemerintah merespons dengan menangkap ribuan orang.

Meskipun Díaz-Canel memimpin pemerintah, struktur keamanan yang dibangun selama puluhan tahun di bawah Raúl disebut memainkan peran penting.

Pada saat yang sama, Kuba memasuki krisis terparah sejak Periode Khusus tahun 1990-an.

Pengetatan sanksi AS di bawah Donald Trump, dampak pandemi, penurunan pariwisata, dan krisis energi memperburuk kondisi ekonomi dan sosial serta memicu eksodus massal. Akibatnya, pulau tersebut kehilangan hingga 20% populasinya, menurut perkiraan.

Lingkaran keluarga Raul Castro juga dianggap sebagai salah satu pusat pengaruh utama di Kuba, termasuk cucunya, Raúl Guillermo Rodríguez Castro, yang dikenal sebagai "El Cangrejo".

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 4/4
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas