Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Apa Peran Milisi Houthi di Yaman dalam Perang Iran?

Setelah dua bulan menahan diri, kelompok Houthi kembali menyerang Israel dan mengancam akan memblokade Laut Merah. Para pengamat menilai,…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Apa Peran Milisi Houthi di Yaman dalam Perang Iran?
Deutsche Welle
Apa Peran Milisi Houthi di Yaman dalam Perang Iran? 

Selama dua bulan terakhir, kelompok Houthi di Yaman menahan diri dari aksi militer. Kini mereka kembali melancarkan serangan terhadap Israel.

Pada Senin, juru bicara militer Houthi, Yahya Sari, menyatakan kelompoknya telah menembakkan rudal ke arah Israel. Pada saat yang sama, dia mengumumkan "blokade total" terhadap pelayaran yang terkait dengan Israel di Laut Merah. Seluruh aktivitas Israel di kawasan tersebut, kata dia, akan dianggap sebagai sasaran militer.

Menurut otoritas Israel, upaya serangan dari Yaman juga masih terjadi hingga Selasa (9/6).

Sejauh ini tidak ada laporan kerusakan besar. Sebagian besar serangan disebut berhasil digagalkan. Pengumuman Houthi muncul bersamaan dengan gelombang serangan terbaru antara Israel dan Iran, dan dipahami sebagai bentuk dukungan terhadap rezim Iran yang bersekutu.

Iran dan Israel pada Senin (8/6) menyatakan konfrontasi militer langsung di antara keduanya telah berakhir, setidaknya untuk sementara waktu.

Dampak perang di Lebanon

Mengapa Houthi kembali aktif pada saat ini?

Bagi Abdulghani Al-Iryani, ilmuwan politik yang berbasis di Yordania dan peneliti lembaga pemikir Sanaa Center for Strategic Studies (SCSS), jawabannya berkaitan erat dengan perang antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Konflik itu juga menjadi salah satu alasan yang dikemukakan Iran untuk membenarkan aksi militernya terhadap Israel.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kemajuan pasukan Israel di Lebanon memicu kemarahan besar di kalangan masyarakat Yaman sehingga Houthi merasa harus merespons," kata Al-Iryani kepada DW.

Menurut dia, serangan tersebut sekaligus memenuhi harapan para pendukung Houthi, serta Hizbullah dan Iran, yang menjadi bagian dari aliansi mereka.

Meski demikian, Al-Iryani tidak memperkirakan Houthi akan kembali menerapkan blokade besar-besaran di Laut Merah. Langkah semacam itu dinilai dapat merusak hubungan mereka dengan Arab Saudi, sementara Yaman masih sangat bergantung secara ekonomi kepada negara tetangganya tersebut.

"Menghancurkan hubungan itu sama saja dengan bunuh diri," ujarnya.

Menurut Al-Iryani, yang lebih mungkin terjadi adalah aksi terbatas terhadap kapal-kapal yang memiliki keterkaitan langsung dengan Israel.

"Lebih dari itu tampaknya tidak akan dilakukan Houthi."

Legitimasi internal dan unjuk kekuatan

Pandangan berbeda disampaikan Christoph Leonhardt, wakil direktur perusahaan analisis dan konsultasi Middle East Minds yang berbasis di Berlin serta pakar kelompok paramiliter.

Menurut Leonhardt, serangan rudal Houthi terutama merupakan sinyal politik dan strategis.

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas