Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Apa Peran Milisi Houthi di Yaman dalam Perang Iran?

Setelah dua bulan menahan diri, kelompok Houthi kembali menyerang Israel dan mengancam akan memblokade Laut Merah. Para pengamat menilai,…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Apa Peran Milisi Houthi di Yaman dalam Perang Iran?
Deutsche Welle
Apa Peran Milisi Houthi di Yaman dalam Perang Iran? 

Menurut dia, meski bergantung secara militer kepada Iran, Houthi memiliki tujuan strategis dan ambisi kekuatan regional mereka sendiri. Karena itu, bahkan gencatan senjata yang stabil antara Iran dan Israel belum tentu menghentikan serangan mereka.

Kekuatan utama Houthi, kata Leonhardt, bukan terletak pada perang konvensional, melainkan kemampuan mereka menimbulkan kerugian ekonomi besar melalui penggunaan drone, rudal, dan serangan terhadap jalur perdagangan.

Posisi mereka yang strategis di sekitar Selat Bab al-Mandab memberi bobot penting dalam kalkulasi keamanan kawasan.

"Perluasan aktivitas maritim Houthi dapat semakin mengganggu stabilitas pasokan minyak global dan mendorong kenaikan harga energi," ujarnya.

Risiko bagi Houthi

Namun, serangan yang lebih besar juga membawa risiko besar bagi kelompok itu sendiri.

Jurnalis Arab Saudi Abdulrahman Al-Rashed menulis di platform X bahwa Iran kini telah menggerakkan "lengan ketiganya". Kekuatan tersebut berpotensi mengancam pelayaran di Bab al-Mandab.

Ancaman itu memang dapat meningkatkan tekanan terhadap lawan-lawan Iran, tetapi pada saat yang sama memperbesar risiko bahwa kemampuan militer Houthi yang tersisa akan dihancurkan melalui serangan balasan.

Rekomendasi Untuk Anda

Pandangan serupa disampaikan ilmuwan politik Yaman Abdulkarim Ghanem.

Kepada stasiun televisi Yemen Shabab, dia mengatakan Houthi memang memiliki kemampuan untuk memberlakukan blokade parsial di selat tersebut. Namun penutupan total akan menjadi "bunuh diri strategis demi kepentingan Teheran".

Artikel ini pertama kali terbit dalam Bahasa Jerman

Diadaptasi oleh Rizki Nugraha
Editor: Yuniman Farid

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas