Pertemuan G7: Harapan Damai dan Sanksi Baru untuk Rusia
Pemimpin G7, termasuk Kanselir Jerman Friedrich Merz, kian optimistis soal perdamaian Ukraina. Meski begitu, sanksi baru untuk Rusia…
Ia juga menambahkan bahwa konflik Iran segera akan "berlalu,” meski saat ini masih menjadi fokus utama.
Optimisme dari para pemimpin Eropa
Di sisi lain, para pemimpin Eropa tetap menunjukkan optimisme, melihat adanya momentum baru dalam konflik Ukraina.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut "arus mulai berbalik untuk Ukraina.”
"Situasi pada 2026 sangat berbanding terbalik dengan 2025. Ukraina bertahan dengan berani di garis depan, sementara Rusia mulai terlihat kelelahan,” ujarnya.
Menurut Kepala Biro DW di Brussel, ia juga mendapat pernyataan dari seorang sumber di pemerintah Jerman yang menyebut bahwa G7 menilai Rusia berada di bawah tekanan besar, sementara posisi Ukraina semakin membaik.
Salah satu faktor penting adalah kemampuan perang drone Ukraina, termasuk serangan jarak jauh seperti yang menargetkan fasilitas militer di St. Petersburg awal bulan ini, yang dinilai membantu membalikkan situasi di medan perang.
Kanserlir Jerman Friedrich Merz mengatakan bahwa Trump dalam suasana kooperatif, dan menyatakan optimisme bahwa Eropa dan Amerika Serikat akan melakukan segala upaya untuk mengakhiri perang.
Ia juga menegaskan bahwa Trump tidak keberatan dengan keterlibatan negara-negara Eropa dalam perundingan damai ke depan.
Sementara itu, Rusia terus melancarkan serangan, dengan ratusan drone dan puluhan rudal menghantam kota-kota besar Ukraina. Serangan terbaru pada Senin (15/06) bahkan merusak salah satu situs penting keagamaan dan budaya negara itu.
Materi dari kantor berita Associated Press turut berkontribusi pada laporan ini.
Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Iryanda Mardanuz
Editor: Tezar Aditya
