Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Deutsche Welle

Proyek Jet Tempur Bersama Kandas, Eropa Hadapi Dilema Pertahanan

Runtuhnya proyek jet tempur Prancis-Jerman dan tersendatnya program tank tempur bersama menunjukkan bagaimana kepentingan industri…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Proyek Jet Tempur Bersama Kandas, Eropa Hadapi Dilema Pertahanan
Deutsche Welle
Proyek Jet Tempur Bersama Kandas, Eropa Hadapi Dilema Pertahanan 
Memuat video…

Proyek tersebut awalnya dirancang untuk dipimpin oleh perusahaan patungan Prancis-Jerman KNDS, yang menggabungkan Krauss-Maffei Wegmann dari Jerman dan Nexter dari Prancis.

Namun, Jerman kemudian berhasil mendorong keterlibatan Rheinmetall dengan dukungan politik yang kuat. Perusahaan itu menargetkan menjadi produsen pertahanan terbesar di Eropa pada 2030. Dari sudut pandang Prancis, keterlibatan Rheinmetall telah mengubah keseimbangan kekuasaan yang sebelumnya sangat rapuh dalam proyek tersebut.

Kebangkitan Rheinmetall

Rheinmetall telah menunjukkan ketidaksabarannya terhadap lambannya proses politik sejak Eurosatory empat tahun lalu, ketika secara tak terduga perusahaan itu memperkenalkan Panther KF51 di Paris sebagai alternatif bagi proyek tank bersama MGCS.

Sistem canggih tersebut kini dipasarkan secara agresif dan disebut-sebut hampir mendapatkan pesanan besar dari Italia. Dari sudut pandang bisnis, langkah itu masuk akal. Namun, hal tersebut mengurangi tekanan untuk mencapai kompromi dalam proyek bersama Prancis dan Jerman. Pada Senin (15/6), KNDS juga memperkenalkan sebuah tank untuk Angkatan Darat Prancis yang berbasis pada platform Leopard 2.

Masalah industri tidak berhenti pada dua proyek unggulan tersebut. Program Eurodrone, yang dikembangkan bersama oleh Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol, juga mengalami kendala.

Kenaikan biaya dan keterlambatan telah memperlambat kemajuan proyek. Meskipun fase desain telah selesai, keraguan semakin berkembang, khususnya di Prancis, mengenai biaya dan nilai militer program tersebut. Proyek Eurodrone memang belum gagal, tetapi tetap menjadi peringatan atas tantangan yang dihadapi dalam upaya kerja sama pertahanan Eropa.

Kekhawatiran terhadap dominasi Jerman

Fakta bahwa program-program pertahanan multinasional mengalami stagnasi sementara industri pertahanan Jerman terus melaju tidak luput dari perhatian di Paris. Kekhawatiran mengenai semakin besarnya dominasi industri Jerman telah menjadi sumber frustrasi utama di sepanjang Sungai Seine.

Rekomendasi Untuk Anda

Senator Prancis Cedric Perrin merangkum meningkatnya jarak antara kedua negara tetangga tersebut: “Kita telah beralih dari ambisi yang berbeda menjadi ambisi yang saling bersaing.”

Menurut Perrin, visi Jerman terhadap masa depan sektor pertahanan kini semakin berfokus pada kepentingan nasionalnya sendiri, dengan tujuan memperluas secara drastis basis industri pertahanan domestiknya. Berlin memperoleh sebagian besar kekuatan finansial untuk ambisi tersebut dari miliaran euro yang disediakan melalui dana khusus untuk pertahanan.

Melebarnya keretakan antara Prancis dan Jerman serta implikasinya bagi Eropa menjadi salah satu topik utama dalam pameran pertahanan pekan ini di Paris. Industri Eropa mungkin mampu menghasilkan sistem persenjataan kelas dunia. Namun, selama kepentingan industri nasional tetap menjadi pendorong utama pengambilan keputusan, kerja sama pertahanan Eropa kemungkinan akan terus tidak efisien dan rentan terhadap kemunduran.

Pada akhirnya, kondisi tersebut hanya akan sedikit membantu mengurangi beban yang harus ditanggung para pembayar pajak.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Rahka Susanto
Editor: Yuniman Farid

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas