Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Bencana atau Prestise? Prabowo Duduk Sejajar dengan Putin, Xi Jinping, dan Kim Jong Un

Presiden RI Prabowo Subianto jadi sorotan global setelah menghadiri parade militer spektakuler di Beijing.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Bencana atau Prestise? Prabowo Duduk Sejajar dengan Putin, Xi Jinping, dan Kim Jong Un
Instagram @sekretariat.kabinet
PRABOWO DAN PEMIMPIN DUNIA - Presiden Prabowo Subianto menghadiri parade militer Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok, di Beijing, Rabu (3/9/2025), bersama sejumlah pemimpin dunia. Ia berdiri sejajar dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri China Li Qiang, dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.  

Kebijakan luar negeri Amerika, termasuk hubungannya dengan Tiongkok, menurutnya, tidak boleh dianggap selalu dapat diprediksi atau konsisten.

Ia juga menekankan bahwa Indonesia tidak sendirian dalam menghadiri parade tersebut.

"Hampir semua negara ASEAN mengirimkan pemimpin atau pejabat senior," ujarnya.

"Sampai saat ini, saya pikir hal ini mungkin memberi Presiden Trump satu alasan lagi untuk mengenakan tarif tambahan atau membatalkan kesepakatan yang ada, tetapi mengingat respons langsungnya terhadap parade militer, saya rasa Trump tidak akan memanfaatkan momentum ini."

Trump belum mengambil tindakan resmi apa pun terkait parade tersebut, membatasi tindakannya hanya pada pernyataan publik.

Pada 3 September di Gedung Putih, ia menggambarkan parade tersebut sebagai "sangat, sangat mengesankan" dan berkata "Mereka berharap saya menonton, dan saya memang menonton.

Hubungan saya dengan mereka semua sangat baik. Kita akan melihat seberapa baik parade ini dalam satu atau dua minggu ke depan."

Rekomendasi Untuk Anda

Strategi Kebijakan Luar Negeri

 Habib juga mempertanyakan strategi kebijakan luar negeri non-blok pemerintah Indonesia.

"Strategi ini tidak sejalan dengan strategi penyeimbangan Indonesia secara keseluruhan – itupun jika pemerintahan saat ini memang memilikinya," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa upaya penyeimbangan negara tidak boleh terbatas pada persaingan kekuatan besar.

"Dalam kasus-kasus baru-baru ini, para pemimpin Indonesia tampaknya lupa bahwa sikap seimbang Indonesia tidak dapat dibatasi hanya pada persaingan kekuatan besar. Pandangan dan sikap yang benar-benar seimbang juga diperlukan dalam situasi lain, termasuk perbedaan antara negara tetangga seperti Tiongkok dan Jepang, atau Tiongkok dan Filipina," ujarnya.

Memproyeksikan kekuatan dan prestise

Bagi China, kehadiran Indonesia menambah bobot simbolis, memperkuat klaim negara itu untuk menggalang dukungan dari mitra-mitra utama di Asia Tenggara.

 Bagi Prabowo, kehadiran tersebut bukan sekadar tontonan militer, melainkan isyarat bahwa Indonesia dapat berdiri bahu-membahu dengan para pemimpin dunia yang paling gigih.

Sesuai Minatmu
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas