Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.308, Putin Siap Respons Ancaman secara Militer
Perang Rusia-Ukraina hari ke-1.308, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia siap menghadapi ancaman apa pun, terutama terkait perang Ukraina.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nuryanti
Sejak operasi dimulai, hingga 22 September 2025, Ukraina telah membebaskan 164,5 km⊃2;, menghancurkan 180,8 km⊃2; basis musuh, menguasai kembali 7 permukiman dan membersihkan 9 permukiman lainnya dari DRG Rusia.
Militer Ukraina memperkirakan total kerugian Rusia di wilayah itu: 2.696 tentara (1.492 tewas) dan 856 unit peralatan militer (termasuk 12 tank, 38 kendaraan lapis baja, 175 artileri, 5 MLRS, 441 kendaraan, 58 motor/ATV, 1 peralatan khusus, dan 173 UAV).
Putin: Rusia Siap Hadapi Ancaman Apa Pun
Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan tentang meningkatnya bahaya ketegangan geopolitik, terutama terkait perang Ukraina.
Ia menegaskan bahwa Rusia siap merespons ancaman apa pun, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan langkah teknis-militer.
Putin mencontohkan keputusan Moskow baru-baru ini yang mencabut moratorium pengerahan rudal jarak menengah dan pendek, sebagai reaksi terhadap rencana AS dan Barat.
Meski begitu, Putin menekankan bahwa Rusia tidak ingin memicu perang atau perlombaan senjata, dan masih mengutamakan jalur politik serta diplomasi untuk menjaga perdamaian.
Ia juga membuka kemungkinan memperpanjang Perjanjian START Baru 2010 dengan AS, yang membatasi jumlah hulu ledak nuklir dan sistem pengiriman, karena dinilai bisa membantu menciptakan suasana kondusif bagi dialog strategis, seperti diberitakan Russia Today.
Zelensky Tiba di New York, Siap Hadiri KTT PBB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Ibu Negara Olena Zelenska tiba di New York pada 22 September untuk menghadiri sidang ke-80 Majelis Umum PBB dan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump.
Lewat Telegram, Zelensky menyebutkan bahwa hampir dua lusin pertemuan telah dijadwalkan.
"Hampir dua lusin pertemuan direncanakan. Ada beberapa hari yang sibuk ke depan. Ukraina harus menjadi lebih kuat," tambahnya.
Delegasi Ukraina juga menyampaikan bahwa di sela-sela sidang akan diadakan pertemuan tentang pengembalian anak-anak Ukraina yang diculik Rusia serta pertemuan puncak kelima Platform Krimea.
Gedung Putih mengonfirmasi pertemuan Zelensky–Trump akan berlangsung pada Selasa, 23 September.
Sebelumnya, pada 20 September, Zelensky mengatakan kepada wartawan bahwa ia ingin membahas jaminan keamanan dengan Trump:
"...untuk menerima sinyal tentang seberapa dekat kita dalam memahami bahwa jaminan keamanan dari semua mitra akan menjadi yang kita butuhkan."
Was-was dengan Rusia, Uni Eropa akan Gelar Latihan "Tembok Drone"
Pada 26 September, Uni Eropa akan menggelar pertemuan bertajuk “Tembok Drone” yang dipimpin Komisaris Pertahanan Eropa Andrius Kubilius.