Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kapal-kapal Armada Global Sumud Jadi Target Ledakan dan Drone

Para aktivis di atas armada kapal menuju Gaza diserang oleh beberapa drone, menjadi sasaran jatuhnya benda-benda, dan komunikasi mereka terganggu.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Muhammad Barir
zoom-in Kapal-kapal Armada Global Sumud Jadi Target Ledakan dan Drone
RNTV/TangkapLayar
MENUJU GAZA - Tangkap layar dari situs RNTV, Kamis (4/9/2025) yang menunjukkan gambar kapal yang sedang menuju Gaza dihasilkan oleh AI. Sebanyak 50 kapal dari 44 negara tergabung dalam armada Sumud Flotia akan menuju Gaza membawa bantuan makanan dan obat-obatan. 

Satu video yang diunggah di laman Instagram resmi armada tersebut menunjukkan sebuah ledakan yang katanya direkam dari  kapal Spectre  pada pukul “01:43 GMT +3”.

Dalam video lain yang diunggah di halaman yang sama, aktivis Brasil Thiago Avila mengatakan empat perahu telah “dijadikan sasaran alat pelempar drone” tepat sebelum ledakan lain terdengar di latar belakang.

Armada Global Sumud berlayar dari Barcelona awal bulan ini dengan tujuan untuk menerobos blokade Israel terhadap Gaza dan mengirimkan bantuan ke wilayah tersebut.

Saat ini jumlahnya 51 kapal, yang sebagian besar berlokasi di lepas pantai Pulau Kreta, Yunani.

Kapal tersebut telah menjadi sasaran dua serangan pesawat tak berawak yang diduga terjadi di Tunisia, tempat kapalnya berlabuh sebelum melanjutkan pelayaran menuju Gaza.

Di antara pesertanya yang terkenal adalah aktivis lingkungan Greta Thunberg .

Israel mengatakan pada hari Senin bahwa mereka tidak akan mengizinkan kapal-kapal itu mencapai Gaza.

Rekomendasi Untuk Anda

Israel memblokir dua upaya sebelumnya oleh para aktivis untuk mencapai Gaza melalui laut pada bulan Juni dan Juli.

Israel berada di bawah tekanan internasional yang besar atas perangnya di Gaza, yang telah memicu krisis kemanusiaan yang mengerikan di wilayah Palestina.

Bulan lalu, sebuah badan yang didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa secara resmi menyatakan bencana kelaparan di sebagian wilayah Gaza .

Dan pada tanggal 16 September, penyelidik PBB menuduh Israel melakukan “genosida” di wilayah yang dikepung, hampir dua tahun setelah perang meletus menyusul serangan Hamas terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober 2023.

 

 

 

SUMBER: THE GUARDIAN, FRANCE 24

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas