Kemenkeu Rusia Usulkan Kenaikan PPN Jadi 22 Persen untuk Danai Perang Ukraina
Kemenkeu Rusia membenarkan bahwa kenaikan pajak tersebut ditujukan untuk membiayai pertahanan dan keamanan negara
Penulis:
Bobby W
Editor:
Sri Juliati
Hal ini ditengarai lantaran munculnya sindiran Presiden AS Donald Trump yang menyebut Rusia sebagai "harimau kertas" di unggahan media sosialnya pada Selasa (23/9/2025).
Istilah "Harimau Kertas" ini merujuk pada sindiran Trump terhadap langkah Rusia menginvasi Ukraina yang dinilai bertempur "tanpa arah" selama tiga setengah tahun.
Unggahan ini sendiri dibagikan Trump setelah ia bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di sela-sela Majelis Umum PBB di New York pada Selasa.
Pernyataan Presiden AS tersebut seolah begitu kontras dengan sambutan istimewa yang diberikannya kepada Putin dalam pertemuan di Alaska bulan lalu, yang merupakan bagian dari upaya nyata untuk mempercepat berakhirnya perang.
Selain menyindir keuangan Kremlin, Trump juga menyatakan bahwa Presiden Vladimir Putin dan Rusia tengah menghadapi masalah ekonomi besar dalam unggahannya tersebut.
"Putin dan Rusia berada dalam masalah ekonomi BESAR, dan inilah saatnya bagi Ukraina untuk bertindak," tulis Trump di Truth Social pada Selasa.
Menanggapi cuitan Trump tersebut, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov memberikan respons-nya melalaui wawancara dengan radio RBC pada Rabu.
Peskov menyatakan bahwa sebelumnya telah ada pernyataan mengenai keruntuhan ekonomi Rusia.
Namun demikian, Peskov menegaskan bahwa resiko ekonomi tersebut amat kecil mengingat kekuatan finansial Rusia dinilai telah beradaptasi dengan baik meskipun mereka terus melakukan "operasi militer khusus" di Ukraina dalam lima tahun terakhir.
Mengabaikan komentar Trump tentang "harimau kertas", Peskov menyatakan bahwa Rusia adalah beruang, bukan harimau.
"Dan tidak ada yang namanya beruang kertas", ungkap Peskov.
(Tribunnews.com/Bobby)