Amarah Trump Meledak di Rapat PBB, India dan Tiongkok Dituding Danai Perang Rusia
Trump menuding dua negara Asia yakni India dan China “penyandang dana utama perang Rusia” karena terus membeli minyak mentah dari Moskow
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Pravitri Retno W
Trump menyebut NATO kerap menyerukan solidaritas untuk menghentikan invasi Rusia di Ukraina, namun pada kenyataanya masih banyak anggotanya masih tergantung pada minyak dan gas Rusia.
Negara-negara besar seperti Jerman, Prancis, Italia, hingga Hungaria menjadi sorotan karena dianggap lamban atau bahkan enggan sepenuhnya memutus ketergantungan energi terhadap Moskow.
Ia menilai tindakan negara-negara NATO yang masih mengimpor energi dari Rusia merupakan bentuk standar ganda, sekaligus melemahkan efektivitas sanksi ekonomi internasional.
"Jika mereka tidak segera menghentikan pembelian energi Rusia, semua upaya yang dilakukan hanyalah buang-buang waktu," kata Trump dengan nada tegas di hadapan para pemimpin dunia.
Kritik Trump ini memperdalam ketegangan dengan sekutu-sekutu Baratnya.
Selama masa jabatannya, Trump memang dikenal kerap menekan negara-negara NATO agar menanggung biaya pertahanan lebih besar.
Sejumlah analis menilai tudingan Trump terhadap NATO bisa memperumit koordinasi Barat dalam menghadapi Rusia, apalagi ketika Eropa tengah berupaya mencari sumber energi alternatif pasca pengurangan pasokan gas dari Moskow.
(Tribunnews.com / Namira)
Baca tanpa iklan