5 Populer Internasional: 8 Kebohongan Netanyahu di Sidang Umum PBB - India Pensiunkan MiG-21
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya 8 kebohongan Netanyahu dalam pidatonya di Sidang Umum PBB.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Sri Juliati
Meski keberadaan Antifa di AS sudah ada sejak puluhan tahun lalu, kelompok ini menjadi terkenal setelah kemenangan pemilu pertama Trump pada tahun 2016 dan unjuk rasa sayap kanan di Charlottesville pada tahun 2017, tempat berbagai kelompok anti-fasis mulai bersatu.
Kini, Trump kembali bermasalah dengan kelompok Antifa setelah mengutus Menteri Perang AS, Pete Hegseth untuk mengirim pasukan ke Portland.
Bahkan, Trump tak segan-segan mengutus Hegseth untuk mengirimkan pasukan dengan kekuatan penuh di kota tersebut.
"Saya menginstruksikan Menteri Perang, Pete Hegseth, untuk menyediakan semua pasukan yang diperlukan guna melindungi Portland yang porak-poranda akibat perang, dan semua Fasilitas ICE kita yang dikepung dari serangan Antifa, dan teroris domestik lainnya."
"Saya juga mengizinkan pengerahan pasukan penuh, jika diperlukan. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!" tulis Trump di Truth Social.
Gedung Putih tidak memberikan komentar tambahan ketika dihubungi CNN untuk klarifikasi mengenai apa yang dimaksud presiden dengan "kekuatan penuh" dan pasukan mana yang akan dikirim ke kota tersebut.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, juru bicara DHS, Tricia McLaughlin, mengklaim tindakan tersebut diambil setelah "kerusuhan hebat selama berminggu-minggu di fasilitas ICE" dan serangan terhadap penegak hukum.
"Kami tidak akan membiarkan teroris domestik Antifa menghalangi misi kami untuk menciptakan keamanan Amerika, dan mereka yang mencoba akan dimintai pertanggungjawaban," kata McLaughlin.
(Tribunnews.com)
Baca tanpa iklan