5 Populer Internasional: 8 Kebohongan Netanyahu di Sidang Umum PBB - India Pensiunkan MiG-21
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya 8 kebohongan Netanyahu dalam pidatonya di Sidang Umum PBB.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Sri Juliati
Ketika Netanyahu mulai berbicara, puluhan delegasi bergegas keluar. Pimpinan sidang sempat berusaha menenangkan dengan berkata, “Tolong tetap berada di ruangan, tolong duduk,” namun sebagian besar kursi tetap kosong.
Langkah dramatis ini dilakukan sebagai bentuk protes atas pernyataan keras Netanyahu yang menolak pengakuan negara Palestina dan berjanji “menyelesaikan tugas” melenyapkan Hamas di Gaza.
Reaksi tersebut memperlihatkan semakin tajamnya isolasi diplomatik Israel di tengah meningkatnya tekanan global atas perang di Gaza.
3. Ratusan Drone dan Rudal Rusia Serang Ukraina, Polandia Kerahkan Pesawat F-16 Sekat Wilayah Udara
Militer Rusia menggelar kampanye serangan udara besar-besaran, menyasar sejumlah kota di Ukraina sepanjang Minggu dini hari WIB (28/9/2025).
Serangan ini melibatkan ratusan drone serta rudal jelajah dan balistik dan melukai 10 orang.
"Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran lainnya di kota-kota Ukraina saat orang-orang sedang tidur," kata Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, di X.
"Sekali lagi, ratusan drone dan rudal, menghancurkan bangunan tempat tinggal dan menyebabkan korban sipil."
Ia mengunggah rekaman api yang menyembur dari jendela sebuah blok apartemen bertingkat, yang menurut Sybiga merupakan akibat dari serangan tersebut.
Beberapa warga mengungsi ke stasiun-stasiun metro yang berada jauh di bawah tanah demi keselamatan. Banyak wilayah di seluruh negeri berada di bawah peringatan serangan udara.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan ibu kota Ukraina berada di bawah serangan "masif" dan mendesak warga untuk tetap berada di tempat perlindungan.
Baca juga: Ibu Ungkap Pesan Terakhir Naufal, Atlet Gimnastik Indonesia yang Meninggal di Rusia
Ia mengatakan setidaknya enam orang terluka "akibat serangan musuh", lima di antaranya dirawat di rumah sakit dan satu di tempat kejadian.
Gubernur wilayah Zaporizhzhia di tenggara mengatakan serangan Rusia di sana telah melukai setidaknya empat orang.
"Sekali lagi, bangunan tempat tinggal dan infrastruktur diserang. Sekali lagi, ini adalah perang melawan warga sipil," kata Andriy Yermak, kepala kantor kepresidenan Ukraina.
Baca tanpa iklan