Rencana Perdamaian Trump Disambut Dunia, Harapan Akhiri Perang di Gaza Semakin Dekat
Upaya Internasional untuk mengakhiri perang di Gaza mendapatkan titik terang. Presiden Trump telah mengajukan rencana perdamaian 20 poin.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Endra Kurniawan
TRIBUNNEWS.COM - Upaya Internasional untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di Gaza mendapatkan titik terang.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengajukan rencana perdamaian 20 poin.
Rencana tersebut bertujuan untuk menghentikan perang dan membuka jalan bagi rekonstruksi serta stabilitas kawasan.
Rencana ini merupakan hasil dari pembicaraan intensif antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut.
Isi rencana perdamaian yang diajukan Trump mencakup gencatan senjata segera, pembebasan seluruh sandera Hamas dalam waktu 72 jam, pelucutan senjata total.
Kemudian penarikan pasukan Israel secara bertahap dari jalur Gaza, pengerahan pasukan stabilisasi internasional sementara dan pembentukan otoritas transisi internasional yang dipimpin langsung oleh Trump bersama mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.
Rencana ini secara umum mendapat respons positif dari banyak pihak, meskipun tetap menimbulkan keraguan dari beberapa kelompok bersenjata di wilayah tersebut.
Respons Palestina
Otoritas Palestina (PA) menyatakan dukungan terhadap upaya tersebut.
Dalam pernyataannya, PA menyebut rencana ini sebagai bagian dari "upaya tulus dan tak kenal lelah" untuk mengakhiri kekerasan yang telah menelan banyak korban sipil, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (30/9/2025).
Mereka juga menekankan pentingnya solusi dua negara dan menuntut adanya jaminan keamanan, penghormatan terhadap gencatan senjata, serta penghentian tindakan sepihak Israel seperti penggusuran dan aneksasi wilayah.
Baca juga: 20 Poin Solusi Gaza yang Ditawarkan Donald Trump Usai Bertemu Netanyahu, TNI Siap Dikirim ke Gaza?
"Ia menegaskan kembali komitmen bersama untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat, negara-negara di kawasan, dan mitra-mitranya guna mengakhiri perang di Gaza melalui perjanjian komprehensif yang menjamin pengiriman bantuan kemanusiaan yang memadai ke Gaza, serta pembebasan sandera dan tahanan," demikian pernyataan yang dipublikasikan oleh kantor berita Palestina, AFA.
"Ia juga menyerukan "pembentukan mekanisme yang melindungi rakyat Palestina, memastikan penghormatan terhadap gencatan senjata dan keamanan bagi kedua belah pihak, mencegah aneksasi tanah dan penggusuran warga Palestina, menghentikan tindakan sepihak yang melanggar hukum internasional, mencairkan dana pajak Palestina, mendorong penarikan penuh Israel, dan menyatukan tanah dan lembaga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur," katanya.
Namun, kelompok Jihad Islam Palestina (PIJ) menyebut rencana ini sebagai "resep untuk meledakkan kawasan", menuduh Israel dan AS berusaha memaksakan hasil yang gagal dicapai melalui jalur militer.
“Oleh karena itu, kami menganggap deklarasi Amerika-Israel sebagai formula untuk mengobarkan semangat di kawasan," katanya.
Negara-negara Regional: Dukung, Asalkan Ada Komitmen Internasional
Negara-negara seperti Mesir, Indonesia, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan UEA menyampaikan dukungan terhadap rencana perdamaian ini dalam pernyataan bersama para menteri luar negerinya.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.