5 Populer Internasional: Alasan Hamas Percayai Trump - Ukraina Digempur 450 Drone dan Rudal Rusia
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya alasan Hamas mengambil risiko mempercayai Donald Trump dalam gencatan senjata kali ini.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Bobby Wiratama
2. Membangun Kembali Gaza Disebut Butuh Upaya Monumental, Setara dengan Jerman setelah Perang Dunia II
Rekonstruksi Jalur Gaza, Palestina, akan membutuhkan "upaya monumental" yang sebanding dengan pembangunan kembali Jerman setelah Perang Dunia II.
Hal ini sebagaimana disampaikan mantan Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Hak Asasi Manusia, Andrew Gilmour.
Dalam pernyataannya, Andrew Gilmour memperingatkan bahwa krisis kemanusiaan di Gaza tetap mengerikan bahkan setelah gencatan senjata.
Gencatan senjata telah berlaku untuk perang di Gaza, setelah pemerintah Israel menyetujui kesepakatan yang ditengahi Amerika Serikat (AS) dengan Hamas dalam negosiasi yang melibatkan langsung Presiden AS Donald Trump.
Andrew Gilmour mengatakan kepada Al Arabiya English bahwa meskipun berita gencatan senjata membawa kelegaan, jalan di depan akan panjang dan penuh rintangan.
"Kami belum pernah melihat tingkat kehancuran seperti ini dengan lebih banyak bom yang dijatuhkan di Jerman selama Perang Dunia II oleh semua sekutu di wilayah kecil seukuran Gaza," kata Gilmour, Jumat (10/10/2025).
"Hampir setiap universitas, rumah sakit, dan klinik. Infrastrukturnya hancur," tegas dia.
Gilmour mengatakan, dunia kini harus menghadapi tantangan membersihkan 50 juta ton puing, memulihkan layanan penting, dan menyediakan tempat berlindung bagi warga sipil yang mengungsi.
Namun, bahkan sebelum pembangunan kembali dapat dimulai, ia menekankan, bantuan harus mulai mengalir ke Gaza "segera".
"Sejumlah besar makanan telah teronggok di luar Gaza yang tidak diizinkan masuk oleh Israel, dan itu sangat kejam," katanya.
Baca juga: Hamas Tolak Perwalian Asing di Jalur Gaza: Itu Urusan Internal Palestina
"Bahkan, pasta kacang, yang diberikan kepada anak-anak untuk mencegah mereka mati kelaparan, itu pun dicegah dengan kejam," papar Gilmour.
3. Bukan Tony Blair, Jusuf Kalla Diajukan Prof Hikmahanto untuk Pimpin Pemerintahan Transisi Gaza
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Prof Hikmahanto Juwana bicara soal sosok yang cocok menjadi pemimpin pemerintahan transisi di Gaza, Palestina.
Mengingat kini Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan, bahwa Hamas dan Israel telah menyepakati proposal perdamaian di Gaza.
Baca tanpa iklan