Hamas Serahkan Jasad Sandera Israel yang Bisa Dijangkau, 19 Lainnya Masih di Gaza
Hamas mengatakan mereka menyerahkan jasad sandera yang bisa dijangkau di Gaza, sementara Trump dan Israel mengancamnya dengan serangan di Jalur Gaza.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Whiesa Daniswara
Laporan WAFA mencatat setidaknya 10.000 orang diperkirakan masih tertimbun reruntuhan bangunan akibat serangan Israel.
Sementara itu, Israel menuduh Hamas mengulur waktu dengan dalih kesulitan mencari jasad sandera di bawah reruntuhan.
Hal itu memicu kemarahan Israel dan mengancam akan membatasi masuknya bantuan ke Jalur Gaza serta menutup perlintasan Rafah hingga semua jasad diserahkan.
Pada Rabu, Radio Angkatan Darat Israel melaporkan proses pengambilan jasad sandera dari Jalur Gaza masih berlangsung dengan bantuan Palang Merah Internasional dan para mediator.
Mediator Qatar, mengatakan diskusi untuk tahap kedua dimulai di Sharm el-Sheikh, Mesir pada Selasa (14/10/2025).
Sementara itu, Israel membebaskan sekitar 2.000 warga Palestina dari penjara-penjara Israel dalam pertukaran tahanan yang disepakati dengan Hamas, lapor Al Arabiya.
Trump: Hamas Sedang Menggali Reruntuhan Mencari Jasad Sandera
Sekutu Israel, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Hamas sedang menggali di bawah reruntuhan dan terowongan untuk mencari jasad para sandera.
Trump mencatat beberapa jasad telah terkubur dalam waktu lama dan yang lainnya masih berada di bawah reruntuhan.
"Mereka sedang mencari mereka. Saya yakin akan hal itu. Mereka telah membawa kembali semua sandera yang masih hidup, dan mereka telah membawa kembali beberapa jenazah," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval, Rabu (15/10/2025).
"Saya tidak suka membicarakannya, tetapi mereka sebenarnya menggali di area yang sulit, dan mereka menemukan banyak jenazah, lalu mereka harus memisahkan jenazah-jenazah itu," lanjutnya, lapor Sky News.
Presiden AS mengatakan beberapa jasad mungkin telah diletakkan di terowongan dalam waktu yang lama.
"Beberapa jenazah sudah lama berada di sana. Beberapa berada di bawah reruntuhan, jadi mereka harus memindahkan reruntuhannya. Ada kuburan, dan beberapa jenazah berada di terowongan bawah tanah yang dalam tempat mereka tinggal untuk waktu yang lama," kata Trump.
Dalam pernyataan terpisah, Trump mengancam Hamas jika mereka tidak dapat mematuhi perjanjian gencatan senjata maka ia dapat mengizinkan Perdana Menteri Israel Netanyahu untuk melanjutkan serangan di Gaza.
Sementara itu, penasihat senior AS mengatakan mereka tidak percaya Hamas sejauh ini telah melanggar perjanjian gencatan senjata.
Sementara itu, jumlah korban jiwa mencapai 67.913 warga sipil Palestina dan 170.134 lainnya terluka dalam serangan Israel sejak 7 Oktober 2023, menurut data Kementerian Kesehatan Palestina per 14 Oktober 2025.
Baca tanpa iklan