Hamas Serahkan Jasad Sandera Israel yang Bisa Dijangkau, 19 Lainnya Masih di Gaza
Hamas mengatakan mereka menyerahkan jasad sandera yang bisa dijangkau di Gaza, sementara Trump dan Israel mengancamnya dengan serangan di Jalur Gaza.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Whiesa Daniswara
Israel menyalahkan Hamas atas kematian dan kehancuran di Jalur Gaza, menganggapnya sebagai balasan atas Operasi Banjir Al-Aqsa yang diluncurkan Hamas dan faksi-faksi sekutunya pada 7 Oktober 2023.
Pada 7 Oktober 2023, Hamas dan faksi lainnya menangkap 250 orang setelah membobol pertahanan Israel di perbatasan selatan, menyebut operasinya sebagai perlawanan terhadap pendudukan Israel di Palestina sejak tahun 1948.
Pada akhir September, Trump mengajukan proposal gencatan senjata untuk Israel dan Hamas yang ditengahi oleh mediator Qatar dan Mesir dengan partisipasi AS dan Turki.
Kedua pihak sepakat dan gencata senjata dimulai pada Jumat, 10 Oktober 2025, namun kesepakatan tersebut rapuh karena kedua pihak saling tuduh melanggar perjanjian.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan