10 Negara dengan Penggunaan Pestisida Terbanyak: China Peringkat 1, Indonesia Nomor Berapa?
Berikut 10 negara dengan penggunaan pestisida terbanyak per ton, ada China hingga Spanyol, Indonesia nomor berapa?
Penulis:
Nuryanti
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Inilah 10 negara dengan penggunaan pestisida terbanyak di dunia.
Pestisida adalah aplikasi kimia yang umum digunakan dalam pertanian.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pestisida merupakan zat yang beracun untuk membunuh hama.
Bahan kimia ini berfungsi untuk menghancurkan agen yang tidak diinginkan seperti jamur, gulma, dan serangga yang dapat merusak tanaman atau mengurangi hasil panen.
Industri lain juga menggunakan pestisida, untuk membersihkan jalan dari gulma dan semak belukar, untuk membunuh tanaman invasif, atau untuk mengendalikan pertumbuhan alga di perairan.
Dilansir WorldAtlas, dengan menggunakan pestisida untuk memastikan hasil panen yang maksimal, petani dapat menghemat uang.
Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa investasi pestisida dapat menghasilkan keuntungan empat kali lipat.
Namun, ada banyak konsekuensi negatif dari penggunaan pestisida.
Penggunaan bahan kimia ini mengakibatkan degradasi lingkungan, terutama polusi air, dan penurunan kesehatan manusia, mulai dari kerusakan saraf hingga kanker.
Lantas, negara mana saja yang menjadi konsumen pestisida teratas di seluruh dunia?
Baca juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Kementan Dorong Pengelolaan Varietas Tanaman dan Perizinan Pupuk-Pestisida
Menurut data worldometers, berikut 10 negara dengan penggunaan pestisida terbanyak per ton:
- China: 1.763.000
- Amerika Serikat: 407.779
- Brasil: 377.176
- Argentina: 196.009
- Kanada: 90.839
- Ukraina: 78.201
- Prancis: 70.589
- Malaysia: 67.288
- Australia: 63.416
- Spanyol: 60.896
Indonesia nomor berapa?
Dalam data ini, Indonesia berada di urutan ke-74 dengan 1.597 penggunaan pestisida per ton.
Manfaat Pestisida bagi Lingkungan
Dikutip dari laman Bayer, berkat pertanian yang sangat efisien dan produktif, lahan yang dibutuhkan per kapita untuk produksi pertanian di seluruh dunia semakin berkurang.
Hal ini memungkinkan lahan dimanfaatkan untuk produksi pangan yang lebih banyak guna memenuhi kebutuhan pangan populasi yang terus bertambah, atau untuk keperluan lain, seperti perumahan, pembangunan jalan, dan hutan.
Baca tanpa iklan