Beruang Liar Kembali Serang Warga Jepang Sampai Tewas, Empat Luka-luka
Serangan beruang liar di Jepang kembali terjadi dan menyebabkan korbannya tewas dan melukai empat orang lainnya pada hari Jumat, 24 Oktober 2025.
Editor:
Choirul Arifin
Mengantisipasi meluasnya serangan beruang liar ini, Pemerintah Prefektur Akita sedang mempertimbangkan untuk meminta pengerahan pasukan Pasukan Bela Diri menyusul serentetan serangan beruang di prefektur tersebut, ujar Gubernur Kenta Suzuki pada hari Minggu.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, Suzuki juga mengatakan bahwa ia berencana untuk mengunjungi Kementerian Pertahanan di Tokyo dalam waktu dekat untuk mengajukan permintaan tersebut.
Dalam insiden terbaru pada hari Jumat, empat orang diserang beruang di desa Higashinaruse, yang mengakibatkan satu orang tewas.
“Situasi ini telah melampaui apa yang dapat ditangani oleh pemerintah prefektur dan kota,” kata Suzuki.
Pihak berwenang di Jepang mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap beruang karena musim gugur akan segera dimulai.
Jumlah kematian akibat serangan beruang di negara ini pada tahun fiskal 2025 (sejak bulan April 2025), mencapai 10 hingga Jumat, 24 Oktober 2025.
Ini menjadi angka tahunan tertinggi sejak data pertama kali tersedia pada tahun fiskal 2006. Lebih dari 100 orang telah tewas atau terluka sejauh ini pada tahun fiskal ini.
Beruang liar sering terlihat di wilayah Tohoku dan wilayah lainnya. Situasi ini mungkin memburuk karena panen kacang beech yang buruk, makanan utama beruang, dan karena hewan-hewan tersebut menjadi aktif sebelum hibernasi.
Di Prefektur Iwate, sudah lebih dari 30 orang telah tewas atau terluka sejak April 2025.
Hari Senin lalu, sesosok mayat dengan luka-luka yang kemungkinan disebabkan oleh serangan beruang ditemukan di permukiman di prefektur tersebut. Polisi sedang berusaha mengidentifikasi mayat tersebut dan penyebab kematiannya.
Sumber: Japan Times/Jiji/AFP
Baca tanpa iklan