Gunakan Trik Ala Kisah 'Kuda Troya', Pria China Ini Curi Emas Senilai Rp90 Juta
Zhao menghabiskan empat jam membersihkan apartemen agar tidak meninggalkan jejak, sebelum kembali bersembunyi di kotak kayu
Editor:
Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Seorang pria China nekat menyusup ke gedung perumahan menggunakan trik kuda Troya dengan bersembunyi dalam kotak kayu untuk mencuri emas senilai sekitar 200.000 yuan (Rp 90 juta), namun aksinya berakhir setelah seminggu pengejaran polisi.
Pria berusia 46 tahun bernama Zhao menyewa seorang pekerja pengiriman untuk membawa kotak kayu berisi dirinya ke lorong gedung di Provinsi Hunan, China tengah, pada 9 Oktober 2025.
Tujuannya menghindari pengawasan kamera CCTV.
Setelah berada di dalam gedung, Zhao keluar dari kotak dan mengikuti seorang wanita yang baru pulang, mengaku sedang menagih hutang.
Ia kemudian memaksa wanita itu membuka brangkasnya, mengambil emas seberat 230 gram dan uang tunai 2.000 yuan.
Untuk menahan korban agar tidak melapor, Zhao memaksa wanita itu menelan pil tidur hingga pingsan.
Baca juga: Gerakan Kritis Netizen Dunia Maya Harus Mewaspadai Kelompok Radikalisme
Zhao menghabiskan empat jam membersihkan apartemen agar tidak meninggalkan jejak, sebelum kembali bersembunyi di kotak kayu dan memanggil layanan pengiriman lain untuk membawanya pergi.
Wanita korban baru sadar beberapa jam kemudian dan segera melapor ke polisi.
Penyelidikan melibatkan lebih dari 50 petugas yang menelusuri rekaman CCTV, wawancara saksi, dan data logistik.
Akhirnya, polisi berhasil melacak Zhao yang tinggal di Provinsi Zhejiang, China timur dan menangkapnya pada 18 Oktober 2025, sekaligus menyita kembali emas curiannya.
Zhao mengaku aksi “kuda Troya” terinspirasi dari drama televisi, dan mengaku terkejut polisi bisa menemukannya begitu cepat.
Saat ini Zhao ditahan, sementara pekerja pengiriman yang terlibat tidak dimintai pertanggungjawaban.
Biaya dan asal-usul pengiriman kotak tersebut masih diselidiki.
Seorang netizen menyoroti: “Teknologi saat ini begitu canggih sehingga sulit melakukan kejahatan tanpa ketahuan.”
Komentar lain menambahkan, “Empat jam di apartemen mungkin hanya waktu menunggu kereta.”
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.