Amerika Semena-mena di Karibia, Venezuela Minta Bantuan Militer ke Rusia, Moskow Kirim Rudal?
Rusia mendukung Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan mengonfirmasi laporan adanya upaya Venezuela meminta bantuan militer ke Moskow.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Peskov menekankan bahwa Rusia ingin "semuanya tetap damai dan tidak ada konflik baru yang muncul di kawasan tersebut."
Venezuela Minta Bantuan Militer ke Rusia
Washington Post melaporkan pada Jumat pekan kemarin kalau Maduro telah menulis surat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meminta bantuan militer.
Bantuan militer itu berupa "radar pertahanan, perbaikan pesawat, dan kemungkinan rudal."
Laporan tersebut, yang mengutip dokumen pemerintah AS, menyatakan, seorang ajudan senior Venezuela telah menyampaikan permintaan tersebut saat berkunjung ke Moskow.
Surat tersebut juga menyebutkan surat serupa kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping yang meminta perluasan kerja sama militer guna melawan apa yang digambarkan Maduro sebagai "eskalasi antara AS dan Venezuela."
Trump Tepis AS dan Venezuela akan Berperang
Presiden Donald Trump sendiri menepis kemungkinan AS berperang dengan Venezuela, tetapi mengisyaratkan bahwa masa jabatan Maduro sebagai pemimpin negara itu mungkin akan segera berakhir.
Ketika ditanya dalam sebuah wawancara dengan program 60 Minutes di CBS apakah Washington sedang mempersiapkan aksi militer terhadap Venezuela, Trump berkata:
"Saya ragu. Saya rasa tidak. Tapi mereka telah memperlakukan kami dengan sangat buruk."
Sejak September, Washington telah melancarkan lebih dari selusin serangan terhadap kapal-kapal yang dituduhnya terlibat dalam operasi perdagangan narkoba yang berasal dari perairan Venezuela.
Setidaknya 61 orang tewas dalam serangan-serangan ini. AS belum merilis bukti secara publik untuk mendukung klaimnya, dan Maduro telah menepis tuduhan tersebut sebagai tuduhan bermotif politik.
Kutipan Pernyataan
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova:
“Kami dengan tegas mengutuk penggunaan kekuatan militer yang berlebihan dalam menjalankan tugas antinarkoba.”
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov:
"Kami mengamati dengan saksama apa yang terjadi di Venezuela. Tentu saja, kami ingin semuanya tetap damai dan tidak ada konflik baru yang muncul di kawasan ini."
Apa yang Terjadi Selanjutnya
Dengan AS yang melanjutkan operasinya dan Venezuela yang mengupayakan hubungan pertahanan yang lebih erat dengan Rusia dan Tiongkok, ketegangan diplomatik kemungkinan akan meningkat.
"Desakan Moskow untuk menghormati hukum internasional dan tindakan militer Washington yang terus berlanjut menunjukkan bahwa kebuntuan dapat semakin dalam, menguji keseimbangan kekuatan yang rapuh di kawasan tersebut," tulis ulasan NW.
(oln/nw/*)