Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

KISAH Zhang Xinyang, Anak Jenius Kuliah di Usia 10 Tahun, Begini Kondisinya Saat Usia 30

Dulu dijuluki anak jenius Tiongkok, kini Zhang Xinyang hidup sederhana dan mengaku kehilangan makna di balik prestasinya

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in KISAH Zhang Xinyang, Anak Jenius Kuliah di Usia 10 Tahun, Begini Kondisinya Saat Usia 30
Weibo/SCMP
NASIB ANAK AJAIB - Zhang Xinyang dulunya disebut-sebut sebagai anak ajaib, kuliah S3 di usianya yang masih 16 tahun. Tetapi kini ia berubah dan jalani hidup seperlunya. 

Ringkasan Berita:
  • Zhang Xinyang pernah disebut sebagai “anak jenius” Tiongkok setelah diterima di universitas pada usia 10 tahun dan meraih gelar doktor di usia 16
  • Namun, dua dekade kemudian, hidupnya berubah drastis. Di usia 30 tahun, Zhang mengaku menganggur dan hidup sederhana, jauh dari sorotan publik
  • Ia menyadari bahwa kesuksesan masa kecilnya lahir bukan dari keinginannya sendiri, melainkan dari tekanan ekspektasi orang tua yang mendorongnya tumbuh terlalu cepat

TRIBUNNEWS.COM, TIONGKOK - Masuk universitas di usia 10 tahun dan menempuh pendidikan doktoral di usia 16, Zhang Xinyang dulu dielu-elukan sebagai “jenius nasional” Tiongkok.

Dua dekade kemudian, pada usia 30 tahun, ia hidup sederhana di apartemen sewaan dan berkata lirih: “Saya bukan lagi seorang jenius.”

Zhang lahir pada 1995 di Kota Panjin, Provinsi Liaoning. Ayahnya seorang pegawai negeri, ibunya guru SMA.

Sejak kecil, Zhang menunjukkan kemampuan belajar luar biasa.

Pada usia 10 tahun, ia diterima di Universitas Teknologi dan Teknik Tianjin, menjadikannya mahasiswa termuda di Tiongkok.

Tiga tahun kemudian ia melanjutkan studi pascasarjana, lalu pada usia 16 menjadi kandidat doktor Matematika Terapan di Universitas Aeronautika dan Astronautika Beijing (Beihang).

Baca juga: VIRAL Pria Tiongkok Syok, Uang Titipan Rp2,2 Miliar Dihabiskan Pacar untuk Operasi Plastik

Rekomendasi Untuk Anda

Namun di balik keajaiban akademik itu, tersimpan tekanan besar dari orangtuanya.

Hampir semua keputusan hidupnya, mulai dari pilihan kampus hingga studi doktoral, ditentukan keluarga.

“Seolah-olah bakat harus berpacu dengan waktu,” kata salah satu kenalannya.

Ambisi yang Berubah Jadi Tekanan

Pada 2005, Zhang sempat menggemparkan publik setelah meminta orangtuanya membelikan apartemen di Beijing seharga dua juta yuan, atau ia akan berhenti kuliah.

Karena tidak mampu, orangtuanya menyewa apartemen dan berpura-pura telah membelinya.

“Membeli rumah dan jadi warga Beijing adalah prestasi,” ujarnya waktu itu.

Setelah menyelesaikan doktor pada 2019, Zhang bekerja sebagai dosen di Universitas Normal Ningxia.

Tapi dua tahun kemudian ia mengundurkan diri, merasa tidak cocok dengan kehidupan yang terikat.

Ia beralih menjadi pekerja lepas dan bertahan dengan penghasilan pas-pasan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas