Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Merasa Dirugikan, Trump Ancam Gugat BBC Rp16,6 Triliun Terkait Skandal Penyuntingan Pidatonya

Presiden AS Donald Trump mengancam bakal menggugat BBC sebesar Rp16,6 triliun terkait penyuntingan video pidatonya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nuryanti
zoom-in Merasa Dirugikan, Trump Ancam Gugat BBC Rp16,6 Triliun Terkait Skandal Penyuntingan Pidatonya
Tangkap Layar Truth Social/@realDonaldTrump
TRUMP TUNTUT BBC - Tangkap Layar Truth Social/@realDonaldTrump terkait Unggahan Video terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam rencana perdamaian Palestina dan Israel yang diunggah pada Sabtu pagi (4/10/2025) Waktu Indonesia Barat. Trump mengancam akan mengguguat BBC sebesar $1 miliar atau sekitar Rp16,6 triliun menyusul kontroversi penyuntingan klip pidato dalam sebuah film dokumenter yang dituding sengaja menyesatkan publik mengenai perannya dalam kerusuhan Capitol pada 6 Januari 2021 silam. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden AS Donald Trump mengancam bakal menggugat BBC sebesar $1 miliar atau sekitar Rp16,6 triliun.
  • Gugatan ini muncul menyusul kontroversi penyuntingan klip pidato dalam sebuah film dokumenter yang dituding sengaja menyesatkan publik.
  • Tim kuasa hukum Trump menuntut penarikan kembali yang "penuh dan adil" serta kompensasi yang "sesuai" atas kerugian yang diderita kliennya.

TRIBUNNEWS.COM - Skandal kasus penyuntingan video pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dilakukan lembaga penyiaran Inggris, BBC, memasuki babak baru.

Kini, Donald Trump dilaporkan memberikan ancaman bakal menggugat BBC sebesar $1 miliar atau sekitar Rp16,6 triliun.

Ancaman ini muncul menyusul kontroversi penyuntingan klip pidato dalam sebuah film dokumenter yang dituding sengaja menyesatkan publik mengenai perannya dalam kerusuhan Capitol pada 6 Januari 2021 silam.

Krisis reputasi yang dipicu oleh kasus ini telah mengguncang internal BBC, yang berujung pada pengunduran diri dua eksekutif puncaknya.

Dalam surat resmi yang dikirimkan kepada BBC, tim kuasa hukum Donald Trump menuntut penarikan kembali yang "penuh dan adil" serta kompensasi yang "sesuai" atas kerugian yang diderita kliennya.

Dikutip dari Al Jazeera, dokumen tersebut secara tegas menyebut pernyataan dalam film dokumenter Panorama BBC, berjudul "Trump: A Second Chance?", sebagai "palsu, memfitnah, merendahkan, menyesatkan, dan menghasut".

Rekomendasi Untuk Anda

BBC diberi tenggat waktu hingga Jumat untuk memenuhi tuntutan tersebut atau menghadapi tindakan hukum di pengadilan negara bagian Florida, Amerika Serikat.

"BBC sudah diperingatkan. SILAKAN KENDALIKAN DIRI ANDA DENGAN TEPAT," tulis pengacara Trump, Alejandro Brito, dalam surat yang beredar luas di media sosial.

Juru bicara BBC mengonfirmasi bahwa mereka sedang meninjau surat ancaman tersebut dan akan memberikan tanggapan langsung pada waktunya.

Permasalahan utama terletak pada cara BBC menyajikan pidato Trump kepada para pendukungnya sebelum kerusuhan Capitol.

Film dokumenter tersebut menunjukkan Trump mengatakan, "Kita akan berjalan ke Capitol", yang kemudian disambung langsung dengan kalimat, "Kita berjuang habis-habisan".

Baca juga: Gara-gara Menyunting Video Trump dan Buat Kerusuhan, 2 Pimpinan BBC Mengundurkan Diri

Para kritikus BBC menyoroti bahwa penyuntingan ini keliru dan menyesatkan.

Faktanya, dalam urutan pidato yang sebenarnya, komentar Trump tentang "berjuang habis-habisan" diucapkan hampir satu jam kemudian dan dipisahkan oleh komentar-komentar lain, termasuk ajakan kepada pendukungnya untuk menyemangati para anggota Kongres yang "berani".

Memo internal BBC yang bocor juga mengkritik produser film dokumenter tersebut, karena telah menyunting pernyataan Trump untuk menciptakan kesan bahwa ia secara langsung mendorong terjadinya kerusuhan.

2 Pentolan BBC Mundur

Akibat skandal tersebut, dua pemimpin BBC, Direktur Jenderal Tim Davie dan CEO berita Deborah Turness mengundurkan diri pada Minggu (9/11/2025).

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas